Invasi Tawon Endas di Lumajang
Invasi Tawon Endas di Rumah Warga di Lumajang Bikin Penghuni Mengungsi, Damkar Gunakan Cara Khusus
Invasi tawon vespa affinis membuat resah Sutir (43) warga Desa Selok Gondang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Sudarma Adi
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Invasi tawon vespa affinis membuat resah Sutir (43) warga Desa Selok Gondang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Tawon yang biasa disebut dengan sebutan tawon endas itu mendiami rumah Sutir sejak 6 bulan lalu.
"Sudah 6 bulan lalu kemunculan tawon endas ini, sekarang makin banyak dan sudah membuat sarang di sofa. Tidak tahu asal muasalnya tiba-tiba muncul. Sejak ditemukan kami sekeluarga jadi tak berani masuk rumah, takut disengat," ujar Sutir ketika dikonfirmasi.
Lantaran takut terkena serangan tawon endas, Sutir harus tinggal sementara ke rumah saudaranya.
Sutir mengaku dirinya sebelumnya pernah memanggil jasa pengusir tawon untuk mengusir tawon tersebut.
Baca juga: PMK di Lumajang, Jatah Vaksin Tak Sebanding dengan Jumlah Keseluruhan Hewan Ternak
Lantaran jumlahnya terlalu masif, Sutir dan rekannya tersebut angkat tangan.
Jengah dengan invasi tawon endas yang tak berkesudahan, Sutir memanggil Pemadam Kebakaran Pemkab Lumajang untuk mengusir hewan yang dikenal berbahaya itu.
Damkar Lumajang pun turun tangan dan melakukan upaya evakuasi lebah pada Rabu (22/1/2025).
Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kabupaten Lumajang, Zaenuri menjelaskan 1 regu damkar diterjunkan dalam proses evakuasi tawon tersebut.
Baca juga: Pemkab Lumajang Minta Bantuan Pemprov Jatim Bangun Akses Jalan Menuju Pura Watu Klosot Lumajang
Lengkap dengan alat pelindung diri, petugas menggunakan metode semprot cairan khusus untuk melumpuhkan tawon-tawon endas itu.
Namun upaya evakuasi oleh Damkar lewat penyemprotan tidak maksimal karena tawon endas ada juga datang dari luar rumah.
Menurut Zaenuri, serangan tawon endas begitu berbahaya. Bahkan dapat mengancam jiwa.
"Sempat kesulitan. Yang di dalam sudah kami semprot, tawonnya agak mabuk. Namun tiba-tiba datang lagi dari luar," kata Zaenuri.
AFPI Cetak Rekor MURI Daring 25 Jam, Easycash Beri Apresiasi, Dukung Ekosistem Inklusif |
![]() |
---|
Respons BGN Terkait Tempat Makan MBG Diduga Mengandung Minyak Babi & Pakai Bahan Berbahaya |
![]() |
---|
Waspada Gangguan Jantung ‘Aritmia’, Fakta Dibalik Maraknya Fenomena Meninggal Mendadak |
![]() |
---|
MPP Kabupaten Kediri Siap Beroperasi, Lakukan Uji Coba Layanan Mulai September ini |
![]() |
---|
VIRAL TERPOPULER: Alasan Guru Tak Mau Cicipi MBG - Sudewo Menolak Mundur dari Jabatan Bupati Pati |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.