Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Viral Nasional

Beda Efisiensi Anggaran Era Soeharto dan Prabowo Demi Makan Gratis, Dulu Gaji Pejabat Dipangkas

Ternyata Soeharto juga pernah melakukan efisiensi anggaran demi makan gratis. Seperti apa?

Editor: Olga Mardianita
Youtube Sekretariat Presiden dan Kompas.com/Pat Hendrato
EFISIENSI ANGGARAN - Sumpah Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, pada 27 Maret 1968. Sama seperti Prabowo, Soeharto juga pernah menjalankan efisiensi anggaran saat menjabat. Dia memangkas gaji pejabat hingga menteri. 

Program ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Program Penanggulangan Dampak Sosial Krisis Moneter yang dilangsungkan di Ruang Rapat Departemen Sosial, 20 Maret 1998. 

Seusai rapat, Mbak Tutut, menjelaskan bawah rakor membahas program penanggulangan untuk secepat mungkin menangani kerawanan sosial, yang mungkin akan timbul akibat krisis moneter.

Menurut Mbak Tutut, program jangka pendek adalah menyediakan makan siang gratis bagi orang yang terkena PHK dan kesulitan pangan di warung sederhana yang ditunjuk dengan sistem kupon. 

"Untuk jangka panjangnya, korban PHK akan dicarikan pekerjaan, lalu istri mereka akan dibantu dengan program Takesra/Kukesra (Tabungan Kesejahteraan Rakyat/Kredit Usaha Kesra), dan anak-anaknya dengan bantuan program GN-OTA. Makanan gratis itu tidak bisa selamanya, kita kan menuju masyarakat yang mandiri,” kata Mensos era Orde Baru ini. 

Sementara mengutip pemberitaan Harian Kompas 11 Maret 2024, dalam pelaksanannya di Jakarta, secarik kupon yang didistribusikan melalui kelurahan dan RT/RW itu dapat ditukarkan dengan sebungkus nasi beserta sayur dan lauk yang berharga Rp 1.500.

Baca juga: Disuruh Efisiensi Anggaran, Pemkab Lumajang Pangkas Acara Seremoni Hari Jadi Hingga Perjalanan Dinas

Sebagai rangkaian dari pencanangan, telah dibagikan pula sekitar 400 kupon makanan gratis untuk buruh pelabuhan. 

Kupon makan gratis tersebut dapat ditukarkan di sekitar 300 warung sehat sederhana yang terdapat di pelabuhan dan sekitarnya.

Untuk mencegah terjadinya penyelewengan dan kekeliruan dalam pelaksanaan program ini, Mensos mengimbau masyarakat untuk ikut memantau. 

Mensos pun meluangkan waktu untuk singgah di beberapa warung sederhana yang melayani penukaran kupon makanan gratis. 

Di warung yang disinggahinya, Mbak Tutut mencicipi sajian nasi bungkus yang disediakan bagi para buruh yang mengalami kesulitan.

"Ini isinya apa?" tanya Mensos seraya menunjuk tumpukan nasi bungkus di warung tadi kepada Suheti, salah seorang pemilik warung sederhana.

Suheti menjawab, "Nasi, telur, dan sayur, Bu". Tersenyum mendengar jawaban itu, Tutut tanpa ragu-ragu segera mencicipi sajian nasi bungkus itu. 

Menurut pengakuan seorang pemilik warung nasi, ia mendapat keuntungan Rp 200 per bungkus nasi.

----- 

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id

Berita Jatim dan berita viral lainnya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved