Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

3 Siswa di Surabaya Ciptakan Orang-Orangan Sawah Elektronik,  Jadi Sorotan di STEAM Expo 2025

Tiga siswa kelas 8 Sampoerna Academy Grand Pakuwon menciptakan inovasi teknologi hijau berupa orang-orangan sawah elektronik bernama 'Frankenstein'

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Sulvi Sofiana
PROTOTYPE INOVASI - Siswa Sampoerna Academy Grand Pakuwon, Surabaya menunjukkan inovasi orang-orangan sawah menggunakan sensor suara yang ramah lingkungan buatan mereka yang dinamakan Frankenstein dalam STEAM Expo 2025, Jumat (21/2/2025). STEAM Expo berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memberikan wawasan terkait inovasi ramah lingkungan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Tiga siswa kelas 8 Sampoerna Academy Grand Pakuwon menciptakan inovasi teknologi hijau berupa orang-orangan sawah elektronik bernama "Frankenstein" yang dipamerkan dalam STEAM Expo 2025 yang diselenggarakan di Sampoerna Academy Grand Pakuwon, Surabaya, Jumat (21/2/2025).

Prototype ini dirancang oleh Jennifer Natalie Soesanto, Darryl Marshall Yusup, dan I Gede Arjuna Javas Nararya sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengusir hama burung di sawah.

Jennifer menjelaskan bahwa orang-orangan sawah ini menggunakan tenaga surya dan diaktifkan melalui sensor suara. 

"Alat ini akan aktif saat mendeteksi suara burung yang menjadi hama di sawah. Dengan memanfaatkan sumber daya matahari, alat ini lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida," ujarnya.

Dikatakannya, teknologi ini dirancang agar mudah digunakan oleh para petani. 

Baca juga: Sampoerna Academy Harumkan Nama Bangsa, Catatkan Prestasi Gemilang di World Scholars Cup 2023

"Kami ingin alat ini bisa bekerja otomatis tanpa harus diawasi terus-menerus. Dengan tenaga surya, alat ini dapat berfungsi sepanjang hari tanpa perlu listrik tambahan," katanya.

Selain itu, efektivitas alat ini telah diuji dalam simulasi laboratorium di sekolah. 

"Kami menguji reaksi sensor terhadap berbagai jenis suara dan memastikan bahwa alat ini hanya aktif saat ada suara burung, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar," jelasnya.

Baca juga: Gubernur Jatim Resmikan Sampoerna Academy, Berharap Bisa Membentuk Penguatan SDM

Selain proyek "Frankenstein", STEAM Expo 2025 juga menampilkan berbagai inovasi lain, seperti Terracotta Air Cooler dan 3-in-1 Tree yang masing-masing berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan sesuai dengan tema tahun ini yaitu "Rethink, Recycle, Innovate".

Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon, Anushia Senthevadivel, menegaskan STEAM Expo juga berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memberikan wawasan terkait inovasi ramah lingkungan.

Kemudian, acara ini menjadi ajang bagi siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran berbasis STEAM. Setidaknya ada 300 siswa yang terlibat dalam pembuatan inovasi ini.

Baca juga: Kesaksian Warga Temukan Jasad Tanpa Kepala di Jombang, Sempat Mengira Orang-orangan Sawah

 "Setiap tahun, siswa kami ditantang untuk berinovasi dan menunjukkan karya yang dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan lingkungan," katanya.

Fariz Maulana Noor, Junior Researcher of Hydrodynamic Technology Research Centre BRIN Surabaya, mengapresiasi kolaborasi ini dan menekankan pentingnya riset energi terbarukan. 

"Dalam upaya mendukung pembangunan berkelanjutan, BRIN terus berinovasi melalui riset energi terbarukan dan teknologi pengelolaan sumber daya alam. Kolaborasi antara peneliti dan industri adalah kunci dalam mengembangkan solusi teknologi hijau," jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved