Penjualan Mobil Lesu Awal 2025, Pabrikan Tiongkok Masih Optimis Rebut Pasar
Penjualan mobil pada awal 2025 belum menunjukkan tren peningkatan. Sekalipun demikian, sejumlah pendatang asal Tiongkok masih cukup optimis untuk mere
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penjualan mobil pada awal 2025 belum menunjukkan tren peningkatan. Sekalipun demikian, sejumlah pendatang asal Tiongkok masih cukup optimis untuk merebut pasar.
"Masuk di awal 2025, angka penjualan memang belum menggembirakan seperti halnya pada tahun sebelumnya. Namun sejumlah pabrikan masih optimis untuk menatap target di tahun ini," kata Pemilik 88 Organizer, Vitto Bimantara, sebagai pengelola pemeran otomotif "East Surabaya Automotive Exhibition 2025" ketika dikonfirmasi di Surabaya.
Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke diler) mobil nasional tercatat sebesar 61.843 unit pada Januari 2025. Angka ini turun 11,3 persen dibandingkan dengan penjualan wholesales mobil nasional pada Januari 2024 (69.843 unit).
Menurut Vitto, lesunya pasar masih disebabkan adanya gejala ekonomi makro. Hal ini menyebabkan daya beli masyarakat relatif rendah.
Sekalipun demikian, Vitto optimis tren penjualan akan cenderung meningkat dalan waktu dekat. Pada pameran bertajuk “East Surabaya Automotive Exhibition 2025” yang berlangsung di Atrium Galaxy Mall 3, Senin-Minggu (24/2-2/3/2025), sejumlah pabrikan terlihat memamerkan produknya di Surabaya.
Beberapa produsen asal Tiongkok turut memperkenalkan sejumlah produk yang menyasar kelas middle-up tersebut. "Semua brand tetap berupaya hingga situasi penjualan kembali normal,” tuturnya.
Untuk meningkatkan animo pengunjung, pengelola pameran juga merangkainya dengan kontes otomotif. Menggandeng sejumlah komunitas, masing-masing mengikuti dalam kategori King Nomine hingga The King.
"Total ada 53 peserta yang ikut dalam kontes. Target awal kami hanya 40 peserta sebab ini menjadi event pertama kami untuk kontes,” katanya.
Sejumlah brand asal Tiongkok masih cukup optimistis menatap pasar di 2025. Khususnya, pada pasar di Surabaya.
Great Wall Motor (GWM), misalnya, memperkenalkan GWM Tank 300 dan Haval Jolion. “Kami baru masuk Indonesia pada 2023. Sekalipun pendatang baru, kami optimis untuk pasar Indonesia,” kata sales GWM, Wahyu dalam pemeran tersebut.
GWM Tank 300 masuk dalam kelas middle-prem dengan dibekali mesin 2000 CC turbo, hybrid. Menjadi penantang baru untuk mobil jip yang umum pakai off-road, Tank 300 juga nyaman di jalanan aspal.
“Target pasar ini merupakan penghobi off-road dan mobil gede karakter jip. Dengan harga OTR Rp852 juta, unit ini telah memiliki 20 fitur canggih, bahkan lengkap seperti fitur jip dengan harga yang relatif jauh di atasnya," klaimnya.
East Surabaya Automotive Exhibition 2025
Tribun Jatim Network
jatim.tribunnews.com
GAIKINDO
Great Wall Motor (GWM)
| Makna Lirik Lagu Everything Hallelujah - Justin Bieber yang Viral di TikTok dan Instagram |
|
|---|
| Penyanyi Dangdut di Surabaya Datangi Rumah Cak Ji, Jadi Korban Arisan Bodong, Kerugian Rp1,8 M |
|
|---|
| Hantavirus Bisa Sebabkan Gangguan Paru dan Ginjal, Dokter ITS Ungkap Gejala dan Cara Penularannya |
|
|---|
| Rawan Kecelakaan, Ratusan Perlintasan Tak Resmi di Wilayah KAI Daop 8 Surabaya Ditertibkan |
|
|---|
| Kurir 2 Kg Sabu Ditangkap di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pembelian-Mobil-Lesu-Awal-2025-Pabrikan-Tiongkok-Masih-Optimis-Rebut-Pasar.jpg)