Kenali Gejala Chikungunya, Penderita Alami Panas hingga Bengkak, Dinkes Beber Pencegahannya

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya sampai dengan saat ini masih menjadi ancaman di berbagai daerah termasuk di Kota Batu.

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Sudarma Adi
Wolfgang Hasselman dari Unsplash
Ilustrasi nyamuk penyebab chikungunya. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya sampai dengan saat ini masih menjadi ancaman di berbagai daerah termasuk di Kota Batu.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Batu, saat ini total ada sebanyak 23 kasus DBD sejak bulan Januari hingga tanggal Februari lalu.

Sedangkan pada pertengahan tahun 2024 lalu, tercatat ada sebanyak 227 kasus Demam Berdarah (DB) di Kota Batu. Dari jumlah tersebut, 173 kasus di antaranya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr Susana Indahwati mengatakan, penyakit DBD maupun Chikungunya sama-sama disebabkan oleh nyamuk.

Baca juga: Masuk Bulan Ramadan 2025, Tingkat Kunjungan ke Tempat Wisata di Kota Batu Lesu

Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus adalah jenis nyamuk yang dapat menularkan penyakit demam berdarah (DBD) dan chikungunya

Kedua penyakit ini disebabkan oleh virus yang dibawa oleh kedua nyamuk tersebut.

Bahkan pada Februari lalu, ada sebanyak 8 kasus penyakit chikungunya yang menjangkit warga Desa Giripurno RT 47 RW 7, Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

“Untuk gejalanya diawali dengan panas atau demam, kemudian kaki tangan bengkak, setelah 5 hari muncul bintik merah,” kata dr Susana Indahwati kepada Tribunjatim.com, Kamis (6/3/2025).

Susan menuturkan, jika mengalami gejala chikungunya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah penyebaran penyakit.

Di antaranya istirahat yang cukup, karena istirahat yang cukup dapat membantu tubuh melawan infeksi virus.

Baca juga: Sepekan Jadi Plh Wali Kota Batu, Heli Suyanto Kunjungi TPA Tlekung untuk Evaluasi Pengelolaan Sampah

Selanjutnya minum banyak cairan karena demam dapat menyebabkan dehidrasi, jadi pastikan minum banyak cairan seperti air putih, jus buah, atau teh herbal.

Selain itu juga dianjurkan konsumsi obat penurun panas dan pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen karena dapat membantu meredakan demam dan nyeri sendi yang dirasakan saat terjangkit penyakit chikungunya.

Untuk membantu meredakan nyeri sendi, dapat dengan cara kompres air hangat pada sendi agar mengurangi peradangan dan nyeri. Serta gunakan lotion anti nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk lebih lanjut dan mencegah penyebaran penyakit.

“Namun jika gejala tidak membaik setelah beberapa hari atau semakin parah, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved