Berita Viral

Warga Satu Desa Dikumpulkan di Balai untuk Bayar Utang Rentenir, DPRD Prihatin: Pemkab Harus Hadir

Warga satu desa dikumpulkan di kantor desa untuk bayar utang ke rentenir, DPRD jadi prihatin.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
KOMPAS.COM/MoneyPic
UTANG WARGA DESA - Ilustrasi uang pinjaman ke rentenir. Ratusan warga satu desa dikumpulkan ke balai desa untuk melunasi utang ke rentenir di Kabupaten Tangerang, Minggu (16/3/2025). Anggota DPRD sampai heran dengan fenomena yang terjadi. 

TRIBUNJATIM.COM - Belakangan fenomena yang terjadi di sebuah desa mencuri perhatian anggota DPRD Kabupaten Tangerang.

Fenomena tersebut berkaitan dengan ada banyak warga yang memiliki utang.

Utang tersebut menjadi perbincangan lantaran ditagih oleh rentenir.

Tak hanya satu warga saja, tetapi ada ratusan warga satu desa.

Warga satu desa pun dikumpulkan di kantor atau balai desa untuk menyelesaikan masalah utangnya.

Kondisi ini tentu mencuri perhatian wakil rakyat dan pemerintah setempat.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang datang ke lokasi, Chris Indra Wijaya, membenarkan jika ratusan warga di Selembaran Jati terjerat utang ke rentenir.

Bahkan, Chris menduga permasalahan rentenir ini tidak hanya terjadi di Selembaran Jati, Kecamatan Kosambi saja, tetapi juga di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

"Tidak hanya di Kosambi, tetapi di wilayah sekitar seperti Teluknaga. Bahkan, ini jadi fenomena juga di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang," kata Chris saat dikonfirmasi, seperti dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Senin (17/3/2025).

Terkait hal ini, Chris mengaku akan mencari solusi terbaik untuk menangani permasalahan ini.

Baca juga: Rugi Rp 15 Juta, Mulyadi Pembudidaya Pusing Ikan Nila Mati Terdampak Fenomena Alam, Angin Pemicunya

Dia juga mengatakan telah menyampaikan informasi tentang banyaknya warga Kabupaten Tangerang yang terjerat utang kepada Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.

"Pemerintah kabupaten, baik desa, kecamatan, maupun bupati harus hadir dalam menangani ini. Ini sudah harus menjadi perhatian karena melibatkan ratusan, bahkan ribuan warga terjerat rentenir," kata Chris.

Selain itu, Chris juga mendengar banyak warga yang mendapat intimidasi dan perampasan barang saat tidak membayar utang tersebut.

"Untuk hal ini, saya sudah berkonsultasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk upaya hukum bagi para warga yang menjadi korban," tutur dia.

TABUNGAN MASUK DEPOSITO - Foto ilustrasi uang untuk berita nasabah di Bank Jombang kaget tabungan Rp 200 juta masuk deposito. Ia menyebut itu tanpa izin. Pihak bank pun memberikan penjelasan.
TABUNGAN MASUK DEPOSITO - Foto ilustrasi uang untuk berita nasabah di Bank Jombang kaget tabungan Rp 200 juta masuk deposito. Ia menyebut itu tanpa izin. Pihak bank pun memberikan penjelasan. (Freepik/Skata)

Keprihatinan Chris ini bermula dari fenomena banyaknya warga yang memiliki utang ke rentenir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved