Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berkah Lebaran Idulfitri, Seni Kaligrafi Serbuk Kayu di Probolinggo Banjir Pesanan

Sejak awal Ramadan hingga Lebaran, pesanan ramai datang tidak hanya dari Probolinggo saja, tapi juga dari luar daerah.

Penulis: Ahsan Faradisi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Ahsan Faradisi
KALIGRAFI SERBUK KAYU - Kholili (44), warga Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ditemani istrinya saat membuat kaligrafi dari serbuk kayu, Minggu (30/3/2025). Berkah Ramadan dan Idul Fitri, pesanannya meningkat hingga 20 persen. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ahsan Faradisi

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Momen bulan Ramadan dan Lebaran Hari Raya Idulfitri 2025 membawa berkah bagi Kholili (44) warga Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (2/4/2025).

Usahanya dalam menekuni kaligrafi dari serbuk kayu membuatnya harus bekerja lebih giat karena banjir pesanan.

Sejak awal Ramadan, pesanan mulai datang tidak hanya dari Probolinggo saja, tapi juga dari luar daerah.

Meski hanya bermodalkan serbuk kayu, namun hasilnya tidak pernah mengecewakan, sehingga pesanannya datang mulai dari Malang, Surabaya, Jember dan beberapa daerah lainnya di Jawa Timur.

Di sisi lain, pengerjaan kaligrafi serbuk kayu ini tidak mudah seperti yang dibayangkan.

Perlu ketelitian tinggi agar bacaannya tetap dimengerti, huruf dan syakalnya juga tetap indah dengan posisi sempurna.

Kholili menjelaskan, dalam pembuatan kaligrafi serbuk kayu ini dilakukan beberapa tahap, mulai dari serbuk kayu dijemur dan dipastikan sangat kering, kemudian diletakkan di styrofoam yang sudah dicetak sesuai pesanan.

Baca juga: Cungkil Art Kediri Ubah Limbah Kayu Jadi Seni Bernilai Tinggi, Bakal Kirim Karya Terbaru ke Texas

"Dengan campuran lem perekat, kalau sudah kering dan berbentuk seperti yang dipesan baru langkah selanjutnya diletakkan di sebuah pigura sesuai dengan ukuran pesanan," kata Kholili.

Sejak awal Ramadan dan Lebaran, lanjut Kholili, permintaan atau pembelian naik hingga 20 persen.

Rata-rata, yang dipesan banyak ukiran bacaan ayat kursi dan asmaul husna.

Sedangkan untuk harga masih relatif, sesuai dengan tingkat kesulitannya.

"Untuk ukuran kecil dipatok harga Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu, ukuran tanggung itu seharga Rp 350 sampai Rp 400 ribu dan untuk yang besar Rp 700 ribu sampai Rp 8 juta tergantung ukuran dan lafadz yang dipesan," ungkapnya.

"Biasaya untuk promosi, selain lewat orang yang sudah beli agar diinformasikan kepada tetangga dan saudaranya juga lewat media sosial seperti WhatsApp, Facebook dan juga TikTok," pungkas Kholili.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved