Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Cici Bos Es Kristal Bingung Bisnisnya Ditutup Paksa Ormas, Diduga Tuntut Rp 3 Juta, Bupati Bertindak

Seorang pengusaha es kristal bingung usahanya ditutup paksa ormas. Pengusaha kristal itu bernama Cici.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
DOK POLRES LANGKAT
PENGUSAHA DIINTIMIDASI ORMAS - Cici, pengusaha es kristal di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara saat dikunjungi anggota Porles Langkat pada Jumat (18/4/2025). Pengusaha itu mengaku terpaksa menutup usahanya lantaran karena ulah sekelompok orang dari ormas. 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang pengusaha es kristal bingung usahanya ditutup paksa ormas.

Pengusaha kristal itu bernama Cici.

Cici merupakan pengusaha es kristal di Desa Pantai Gemi, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Ia mengeluhkan intimidasi yang dialaminya dari sejumlah orang yang mengaku berasal dari organisasi kemasyarakatan (ormas).

Curhatan Cici pun viral di media sosial.

Dalam video berdurasi singkat yang viral itu, Cici, pengelola UD Aguatis, mengungkapkan tekanan yang dialaminya akibat kehadiran orang-orang tersebut.

"Kami punya usaha ditutup, tidak bisa beroperasi, mesin dimatikan. Tolong lah kami Bapak Presiden. Kami sudah diintimidasi," ujar Cici dalam video tersebut, mengutip dari Kompas.com.

"Pak, kami ada bayar pajak. Usaha izinnya lengkap, tolong bantu kami, Pak. Kami sudah terintimidasi," tambahnya.

Sementara itu, usut punya usut ormas yang bernamakan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menuntut upah kerja di UD Aguaris. 

Ada sekitar Rp 3 juta lebih hak mereka yang masih tertahan dengan alasan yang tak jelas, melansir dari TribunSumsel.

Baca juga: Pria Teler Ngaku Ormas Minta THR ke Tukang Cukur Rambut, Dalih Buat Ketupat Lebaran, Kini Minta Maaf

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai peristiwa tersebut.

David menyatakan bahwa kejadian yang dialami pengusaha es kristal itu terjadi pada Kamis (17/4/2025).

Ia juga telah mengunjungi UD Aguatis untuk memastikan situasi di lokasi.

"Tadi siang saya bersama tim sudah ke lokasi. Saya sudah memastikan dan memberikan garansi keamanan serta kelancaran kegiatan usaha tersebut," kata David kepada Kompas.com melalui saluran telepon, Jumat (18/4/2025).

David juga menuturkan bahwa hingga saat ini, korban belum membuat laporan resmi ke Polres Langkat dan jajaran.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved