Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Terpopuler

JATIM TERPOPULER: Hutan di Jombang Jadi Tempat Sampah Dadakan - Bupati Ponorogo Beli Lahan Makam

Kumpulan berita peristiwa yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) tersangkum dalam berita terpopuler Jatim, Kamis 24 April 2025.

Editor: Hefty Suud
KOLASE Tribunjatim.com/Anggit Pujie Widodo - Tribunjatim.com/Pramita Kusumaningrum
BERITA JATIM TERPOPULER - (foto kiri) Sampah berserakan di hutan Dusun Notorejo, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Rabu (23/4/2025). Timbulkan bau menyengat yang membuat warga merasa tidak nyaman, dan (foto kanan) Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (baju hitam) didampingi sekretaris Daerah Pemkab Ponorogo, Agus Pramono (kiri) serta warga Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung , Kabupaten Ponorogo, Jatim saat slametan lahan makm baru di Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung , Kabupaten Ponorogo, Jatim, Selasa (22/4/2025) sore ke malam. 

TRIBUNJATIM.COM - Kumpulan berita peristiwa yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) tersangkum dalam berita terpopuler Jatim, Kamis 24 April 2025.

Berita pertama, tiga orang perampok tembakau di Desa Mengen, Kecamatan Tamanan ditangkap polisi, pada Rabu (23/4/2025).

Selanjutnya berita mengenai Hutan di Dusun Notorejo, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang ini berubah menjadi tempat sampah. 

Ada juga berita tentang Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko membelikan lahan untuk makam warga Dukuh Bukul Desa Wates Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Berikut selengkapnya berita terpopuler Jatim hari ini, Kamis (24/4/2025) di TribunJatim.com.

Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Alasan Guru Gunting Seragam Siswa Sragen - 78 Siswa Jadi Korban Keracunan Menu MBG

1. Modus 3 Pria Rampok Tembakau di Bondowoso Berujung Bui, Satu Pelaku Jalan Terpincang-pincang

PERAMPOK TEMBAKAU - Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono saat menunjukkan para pelaku dan barang bukti perampokan tembakau dengan nilai ekonomis sekotar Rp 140 juta, pada Rabu (23/4/2025).
PERAMPOK TEMBAKAU - Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono saat menunjukkan para pelaku dan barang bukti perampokan tembakau dengan nilai ekonomis sekotar Rp 140 juta, pada Rabu (23/4/2025). (TRIBUNJATIM.COM/SINCA ARI PANGISTU)

Tiga orang perampok tembakau di Desa Mengen, Kecamatan Tamanan ditangkap polisi, pada Rabu (23/4/2025).

Salah satunya berinisial MR, warga Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan, yang disebut-sebut otak pelaku, di-dor oleh polisi. Karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Sementara itu dua pelaku lainnya, yakni MM (26) warga Desa Mengen, Kecamatan Tamanan, dan AH (24) warga Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan.

Menurut Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono, ke tiga pelaku ditangkap atas dugaan perampokan tembakau dengan nilai ekonomis sekitar Rp 140 juta pada Agustus 2024 lalu.

Baca juga: Warga di Bondowoso Resah, ODGJ Terpaksa Dievakuasi Dinsos Jatim ke Pasuruan, Petugas: Bikin Shelter

Dalam aksinya, pelaku ini melakukan pencurian dengan kekerasan yakni dengan menyerang korban dengan celurit sebanyak 10 kali. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kepala dan bahu.

"Saat korban terjatuh akibat luka, korban masih diikat di bagian tangan dan kaki," ungkapnya saat pers release pada Rabu (23/4/2025).

Ia menjelaskan, bersama para pelaku pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa 3 karung daun tembakau, satu buah jaket warna hijau tua dengan bercak darah, satu baju batikz sau sarung warna merah.

Kemudian, dua buah tali yang terbuat dari karung, satu kain buff warna hitam, serta tiga bilah celurit.

"Jenis tembakaunya dari kebun, setelah dipanen. Rencana mau dikeringkan dulu, ditumpuk. Namun diambil oleh pelaku," ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencuriaan dengan kekerasan. 

Baca selengkapnya

Baca juga: 2 Maling Babak Belur Dihajar Warga Wringinanom Gresik, Nekat Curi Ponsel di Warung Seblak 

2. Hutan di Wonosalam Jombang Ini Jadi Tempat Sampah Dadakan, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

SAMPAH DI HUTAN - Sampah berserakan di hutan Dusun Notorejo, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Rabu (23/4/2025). Timbulkan bau menyengat yang membuat warga merasa tidak nyaman.
SAMPAH DI HUTAN - Sampah berserakan di hutan Dusun Notorejo, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Rabu (23/4/2025). Timbulkan bau menyengat yang membuat warga merasa tidak nyaman. (Tribunjatim.com/Anggit Pujie Widodo)

Hutan di Dusun Notorejo, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang ini berubah menjadi tempat sampah. 

Hutan milik KPH Jombang ini tampak berserakan dan menimbulkan bau tak sedap. Hal ini pun menarik rasa kecewa dari masyarakat desa setempat yang mengaku terganggu dengan bau sampah tersebut. 

Seperti kata Rukanah (55) warga Dusun Notorejo, Desa Wonosalam, Jombang yang mengeluh terkait banyaknya sampah di hutan Dusun Notorejo tersebut yang semakin hari terus bertambah. 

"Kalau ditanya pasti terganggu, seharusnya sampah tidak dibuang di hutan. Warga disini juga tidak pernah membuang sampah di hutan. Mungkin dari masyarakat luar yang membuang," ucapnya saat dikonfirmasi pada Rabu (23/4/2025). 

Diketahui, hutan di wilayah tersebut menghubungkan nyata Kecamatan Wonosalam dengan Desa Jenis Gelaran, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang

Vegetasi hutan si wilayah tersebut memang saat ini dijadikan tempat pembuangan sampah. Kurang lebih sudah 3 tahun lamanya banyak sampah menumpuk di hutan. 

Padahal, di dalam hutan juga banyak ditanami berbagai jenis pohon mulai pohon kayu seperti pinus, bambu hingga tanaman kopi yang merupakan lahan tempat mata pencaharian oleh petani atau pesanggem.

Baca selengkapnya

Baca juga: Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan, Pemkab Bojonegoro Perkuat Peran Bank Sampah

3. Rogoh Kocek Pribadi, Bupati Ponorogo Beli Lahan Makam Usai Viral Warga Gotong Jenazah Lewat Sungai

SLAMETAN LAHAN MAKAM - Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (baju hitam) didampingi sekretaris Daerah Pemkab Ponorogo, Agus Pramono (kiri) serta warga Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung , Kabupaten Ponorogo, Jatim saat slametan lahan makm baru di Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung , Kabupaten Ponorogo, Jatim, Selasa (22/4/2025) sore ke malam. Ini setelah viral warga gotong keranda jenazah melewati sungai
SLAMETAN LAHAN MAKAM - Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (baju hitam) didampingi sekretaris Daerah Pemkab Ponorogo, Agus Pramono (kiri) serta warga Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung , Kabupaten Ponorogo, Jatim saat slametan lahan makm baru di Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung , Kabupaten Ponorogo, Jatim, Selasa (22/4/2025) sore ke malam. Ini setelah viral warga gotong keranda jenazah melewati sungai (tribunjatim.com/Pramita Kusumaningrum)

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko membelikan lahan untuk makam warga Dukuh Bukul Desa Wates Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Ini setelah beberapa hari terakhir viral, warga setempat gotong keranda jenazah melewati sungai. Padahal secara infrastruktur tidak ada kerusakan.

Hal itu terjadi lantaran salah satu warga Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim melarang jalan depan rumahnya dilintasi keranda jenazah.

Pantauan di lokasi, penyerahan dilakukan oleh Kang Giri—sapaan akrab—Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Dilanjutkan selamatan bersama di lahan yang akan dijadikan pemakaman.

Menariknya, pembelian lahan tersebut tidak sepeserpun dari duit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kang Giri memilih untuk merogoh dana pribadi dan saweran kepada orang terdekatnya.

“Kalau menggunakan APBD lama. Akhirnya saweran mawon (saweran saja). Pakai APBD kesuwen (kelamaan),” ungkap Kang Giri, Rabu (23/4/2025);

Lahan yang dibeli seluas 868 meter per segi. Lahan tersebut merupakan lahan milik Lukas Kamsari warga Dukuh Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Baca selengkapnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved