Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Penjelasan Menkes Sebut Pria dengan Ukuran Celana 33 Lebih Cepat Menghadap Allah: Visceral Fat

Menkes Budi menyebut, laki-laki yang memakai celana berukuran 33-34 akan lebih cepat menghadap Allah SWT.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Sulvi Sofiana
OBESITAS - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, ramai menjadi sorotan setelah pernyataanya mengenai laki-laki yang memakai celana jeans berukuran 33-34 akan lebih cepat menghadap Allah SWT. 

Sedentary lifestyle mungkin cukup asing terdengar, namun tak sedikit yang melakukannya.

Istilah ini merujuk pada gaya hidup tidak aktif atau malas gerak (mager), yang terjadi akibat beberapa faktor.

Dokter Bambang Pudjo Semedi dari FK Unair mengatakan, sedentary lifestyle bisa menjadi masalah yang memicu berbagai risiko kesehatan, termasuk obesitas, diabetes, bahkan penyakit jantung.

"Angka secara umum penyakit jantung, diabetes dan metabolik itu naik setiap tahunnya," ujar Dr Bambang Pudjo Semedi usai konferensi pers Surabaya Medic Air Run 2024, di Aula FK Unair, Selasa (27/2/2024).

"Makanya kita perlu mensosialisasi dan mengedukasi masyarakat untuk menjauhi sedentary lifestyle sehingga harapannya angka tersebut kita kurangi dan tidak meningkat," tambahnya.

Baca juga: Guru SD Bergelantungan di Tali Jembatan Demi Mengajar, Kepsek Minta Pemda Perbaiki Tapi Tak Digubris

Menambahkan hal itu, Dekan FK Unair Prof Budi Santoso menyebut, dampak pertama dari gaya hidup sedentari ini adalah kelebihan berat badan atau obesitas.

Ia menyebut, angka obesitas masyarakat Indonesia sangat tinggi, meningkat 20-30 persen.

Akibat dari kondisi obesitas tersebut, dapat memicu tingginya angka resistensi insulin dan terjadinya diabetes tipe 2.

"Sel sudah tidak peka terhadap hormon insulin. Akibatnya diabetes. Diabetes itu penyakit yang bisa dicegah khususnya diabetes tipe 2," ujarnya.

Prof Budi mengatakan, menjaga pola hidup sesuai kebutuhan dan aktivitas dapat meningkatkan kebugaran tubuh dan mencegah resiko terhadap resistensi insulin tersebut.

Salah satu utamanya adalah dengan menurunkan berat badan yang berlebih.

"Karena kita tahu bahwa kondisi saat ini masyarakat angka resistensi insulin dan diabetes meningkat. Maka langkah preventifnya olahraga teratur dan bergerak," ujarnya.

Selain olahraga juga harus mengatur pola makan, sebab karbohidrat juga disebut sebagai penyebab utama dalam masalah berat badan berlebih.

"Orang obesitas yang diukur dari Indeks Masa Tubuh (IMT), berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter (m) kuadrat."

"Kalau sudah diatas 25 kg per meter kuadrat itu sudah berlebihan berat badan. Kalau menurunkan berat badan 10 persen saja, maka tingkat kebugaran semakin baik," ujarnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved