Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Dulu Diisukan Masuk Golkar, Kini Jokowi Berpeluang Jadi Ketum PSI, Idrus: Kita Jangan Ajarin

Partai Golkar mengaku tak kecewa dengan isu Jokowi berpeluang jadi ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Editor: Torik Aqua
Tribunnews/Jeprima
PELUANG - Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan arahan dihadapan ribuan kader Partai Golkar dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar tahun 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2024). Jokowi dulu santer diisukan masuk Golkar kini berpeluang jadi Ketum PSI. 

TRIBUNJATIM.COM - Perjalanan politik mantan Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi mulai diisukan masuk Partai Golkar hingga kini berpeluang jadi ketua umum PSI.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar, Idrus Marham mengaku tak kecewa dengan isu Jokowi berpeluang jadi ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ia menambahkan, pihaknya tak kecewa dan mencoba belajar menerima realitas politik.

Golkar juga memahami dinamika politik yang ada.

Baca juga: Andi Teman Seangkatan Jokowi Tak Bisa Lupa Momen Wisuda Bareng, Bongkar Siapa Kasmudjo Sebenarnya

RABU PAHING - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi. Pakar telematika Roy Suryo singgung pelaporan Jokowi soal ijazah palsu di hari rabu pahing.
RABU PAHING - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi. Pakar telematika Roy Suryo singgung pelaporan Jokowi soal ijazah palsu di hari rabu pahing. (presidenri.go.id)

“Jadi tidak bisa kita mengatakan ada kecewa atau tidak tetapi kita belajar dan Golkar sudah belajar memahami dan menerima realitas politik yang ada," kata Idrus saat ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Sabtu (17/5/2025).

Diketahui, sempat muncul isu Jokowi dan putranya Gibran Rakabuming Raka akan bergabung dengan Partai Golkar.

Namun, hal itu urung terlaksana hingga saat ini. 

Idrus pun mengatakan, kalau Jokowi ingin menjadi calon ketua umum PSI, hal itu merupakan hak pribadinya.

Namun, dia juga menyinggung jika Partai berlambang pohon beringin merupakan partai terbuka bagi siapapun.

“Jadi persoalan itu kan masalah hak pribadi dan partai Golkar ini sebagai partai terbuka milik rakyat, go public itu nggak ada pemilik-pemilik saham yang mayoritas. Semua sama ya," ujar Idrus.

“Pak Bahlil dari Papua bisa jadi ketua umum ya, saya dari Sulawesi jauh dari Pelosok bisa Sekjen 8 tahun. Jadi nggak ada masalah semua," terangnya. 

Di sisi lain, mantan Menteri Sosial ini percaya jika Jokowi sudah berpengalaman sebagai mantan presiden.

Sehingga, dia enggan memberikan masukan atau saran untuk pilihan politik Jokowi.

“Saya punya keyakinan beliau jadi jangan kita ajarin presiden lah mantan presiden maksud saya Pak Jokowi. karena beliau faktanya 10 tahun memimpin bangsa Indonesia dan tentu wawasan politiknya dan pikiran-pikiran politiknya kemudian semangat di dalam membangun bangsa melalui partai politik juga pasti beliau jauh lebih paham daripada kita," paparnya.

“Jadi kita jangan ajarin, jadi kalau ada sarannya, nggak ada saran," ucap Idrus.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved