Akhir Kasus Pedagang Es Krim di Lumajang Mengaku Dikeroyok Satpol PP, CCTV Jadi Bukti Penyebab Luka
Akhir kasus pedagang es krim mengaku dikeroyok anggota Satpol PP Lumajang, CCTV jadi bukti penyebab luka yang dialami. Eny singgung karena tantrum.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Eny menjelaskan, peristiwa bermula ketika lima petugas Satpol PP Lumajang bertugas di alun-alun, bertepatan dengan prosesi pemberangkatan calon jemaah haji pada Minggu (11/5/2025) pagi.
Empat hari sebelumnya, satpol PP mengeluarkan kebijakan sosialiasi tentang larangan berdagang bagi pedagang di alun-alun pada saat pemberangkatan calon jemaah haji.
Namun tiba-tiba, petugas Satpol PP Lumajang melihat seorang pedagang yakni Misrat menerobos area steril untuk berdagang.
"Yang bersangkutan menerobos sekat dari Dishub, sekat itu harus steril. Di trotoar itu Pak Misrat berjualan. Dan kami ada suratnya untuk melarang ada aktivitas pedagang di area itu," beber Eny.
Eny menambahkan, menyadari ada pedagang yang melanggar, petugas satpol PP datang ke Misrat untuk memberi tahu.
"Sudah empat kali diingatkan, yang bersangkutan memuncak (emosi), akhirnya menimbulkan kegaduhan," tuturnya.
Alhasil, berpijak pada standar operasional prosedur yang ada di satpol PP, petugas kemudian melakukan upaya paksa penertiban.
Lima anggota Satpol PP Lumajang kemudian membagi tugas.
Dua orang mengamankan rombong, dua orang mengamankan pedagang dan satu orang berjalan di belakang saat mengarahkan pedagang ke pos terdekat.
"Penertiban ini ke pos terdekat dan pada saat itu di pos pemda. Nah selama perjalanan ini (ke pemda) yang bersangkutan tantrum, memberontak sampai dua orang memegangi sampai kena HT (handy talkie) dan tidak terasa sampai terjadi luka. Ada rekaman CCTV-nya," jelas Eny.
Sesampainya di pemda, petugas Satpol PP Lumajang, kata Eny, menawarkan agar luka lebam dari Misrat untuk segera diobati. Namun ditolak.
"Ketemunya luka itu ada di pos pemda. Lalu petugas bilang 'ayo pak diobati,' tapi yang bersangkutan (Misrat) bilang ini saya perkarakan. Beliau warga negara jadi dipersilakan juga untuk melakukan pengaduan," tutur Eny.
Eny berharap, peristiwa serupa tidak terulang dan masyarakat mengindahkan segala imbauan yang dilayangkan pemerintah.
pedagang es dikeroyok oknum Satpol PP Lumajang
Eny Roseita Hadi
Lumajang
TribunJatim.com
berita Lumajang terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
Motor Milik Staf Biro Administrasi Pemprov Jatim Ikut Terbakar saat Demo di Gedung Grahadi Surabaya |
![]() |
---|
Komunitas Ojol di Gresik Gelar Salat Ghaib dan Doa Bersama untuk Affan di Mapolres Gresik |
![]() |
---|
Persijap Jepara vs Arema FC, Dalberto Absen Temani Istri Melahirkan, Waktunya Striker Lokal Tampil |
![]() |
---|
Debut Thom Haye di Super League usai Gabung Persib Bandung, Langsung Jadi Starter? |
![]() |
---|
Sosok Pasha Ungu Minta Tak Ada Lagi Ojol Dilindas Rantis Brimob: Sengaja atau Tidak, Tanggung Jawab |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.