Berita Viral

Damkar Dongkol Disuruh Warga Tagih Utang Bu Endar, Bohong Ada Ular Masuk Rumah, Petugas: Main-main

Petugas Pemadam Kebakaran atau Damkar kesal karena disuruh warga menagih utang kepada seseorang bernama Bu Endar.

Tayang:
Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
Instagram @adebhakti
PETUGAS DAMKAR VIRAL - Edy, petugas Damkar Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/6/2025). Ia curhat kekesalannya soal warga yang suruh petugas tagih utang. Si warga bohong soal ular masuk rumah. 

TRIBUNJATIM.COM - Petugas pemadam kebakaran atau damkar kesal karena disuruh warga menagih utang kepada seseorang bernama Bu Endar.

Warga itu mengaku bahwa rumahnya dimasuki ular.

Namun ternyata warga itu berbohong.

Damkar diminta datang ke rumah itu, untuk menakuti Bu Endar yang mempunyai utang kepada warga tersebut.

Curhatan petugas damkar tentang kejadian tersebut viral di media sosial.

Petugas Damkar Kota Semarang bernama Edy, yang menerima laporan itu, menceritakan pengalamannya melalui sebuah video yang diunggah akun Instagram @adebhakti.

Ia mengaku awalnya mendapat laporan bahwa ada ular di dalam rumah dan diminta segera mengevakuasinya.

Namun ketika ia dan tim sampai di lokasi, tidak ada ular yang ditemukan. 

Setelah ditelisik, pemilik rumah bernama Bu Endar memang sempat mendapat ancaman bakal didatangi petugas damkar jika tak membayar utangnya.

“Bu Endar itu punya utang sama pelapor, terus pelapor pura-pura jadi Bu Endar. Sebelumnya Bu Endar diteror sama pelapor, katanya kalau tak bayar utang nanti tak datangi damkar,” ujar Edy dalam video tersebut, melansir dari Kompas.com.

Baca juga: Sempat Bikin Panik, Damkar Kediri Evakuasi Ular Piton 2,5 Meter yang Masuk Rumah Warga

Sebelum berangkat ke rumah Bu Endar, Edy sebenarnya sudah meminta bukti berupa foto atau video kepada pelapor, namun tidak diberikan.

Pelapor juga memblokir nomor telepon petugas damkar setelah laporan dibuat. Edy menduga laporan itu sengaja dibuat sebagai bentuk tekanan kepada pihak yang berutang.

“Jangan seperti itulah. Kita itu kerja di damkar bukan main-main. Takutnya nanti tetangga jenengan atau saudara jenengan rumahnya kebakar, tapi kita masih menangani laporan palsu. Kasihan,” lanjutnya.

Kisah yang disampaikan Edy tersebut dibenarkan oleh Sekretaris damkar Kota Semarang, Ade Bhakti.

Ia menegaskan bahwa tindakan pelapor sangat tidak etis dan bisa membahayakan orang lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved