Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

5 Fakta Sekolah Elit Bodong di Bekasi, Iming-iming Kurikulum Cambridge, Potong Gaji Guru Rp700 Ribu

Berikut tersaji fakta-fakta sekolah bodong di Kota Bekasi, guru diperlakukan bak ART dan gajinya dipotong Rp700 ribu.

Editor: Hefty Suud
KOLASE Tribun Bekasi/RendyRutamaPutra - WARTAKOTA/RENDY RUTAMA
SEKOLAH ELIT BODONG - Berikut tersaji fakta sekolah elit di Kota Bekasi diduga bodong. Guru diperlakukan bak ART. Orang tua siswa diiming-iming Kurikulum Cambridge. 

TRIBUNJATIM.COM - Soal sekolah bodong di Jalan Baru Perjuangan RT 04 RW 11 Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, viral di media sosial

Sejumlah guru di sekolah ini mundur massal.

Orang tua atau wali murid yang merasa ditipu pun melaporkan sekolah ini ke Mapolres Metro Bekasi, Minggu (15/6/2025). 

Mereka kecewa karena penerapan Kurikulum Cambridge yang dijanjikan saat pendaftaran tak kunjung terealisasi, padahal mereka telah membayar biaya masuk hingga puluhan juta rupiah.

Setelah dilaporkan, sekolah yang berlokasi di Jalan Baru Perjuangan RT 04 RW 11 Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara itu mendadak berhenti beroperasi pada Senin (16/5/2026).

Lantas benarkan sekolah elit di Kota Bekasi ini ternyata bodong? 

Berikut beberapa faktanya:  

1. Dijanjikan Kurikulum Cambridge

Dugaan penipuan ini bermula saat para wali murid mengendus hal yang janggal kepada pengelola sekolah yang tidak menerapkan beberapa program yang dijanjikan saat proses pendaftaran.

Di antaranya yakni kurikulum Cambridge, Activity Fee, hingga konseling psikolog profesional.

Kecurigaan makin menguat usai para orangtua murid dijadwalkan berkumpul untuk mencari solusi dengan bertemu pihak sekolah pada Sabtu (14/6/2025).

Baca juga: Sosok 3 Guru Diduga Dipekerjakan sebagai ART oleh Kepsek, Fakta Baru Kasus Sekolah Bodong di Bekasi

Hanya saja, setelah menunggu enam jam, pihak orangtua justru tidak kunjung mendapat kepastian dan kejelasan.

Informasi ini diungkapkan oleh seorang orang tua murid, Silvia Legina (30).

"Jadwalnya itu pertemuan orangtua murid atas keputusan rapat pihak sekolah dan yayasan dan lawyer, tapi dari 14.30 WIB sampai semalam tidak ada titik temu," kata Silvia, Minggu (15/6/2025).

Silvia juga menyampaikan berbagai keluhan dari orangtua murid lainnya terhadap sistem di sekolah yang baru beroperasi 10 tahun itu. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved