Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Anak Muda Perlu Waspadai Penyakit ‘Silent Killer,’ Gejala Tak Tampak padahal sudah Terjadi Kerusakan

Generasi muda perlu waspadai ‘silent killer’ diabetes dan kolesterol, gejala tak tampak di awal padahal sudah terjadi kerusakan di dalam tubuh.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
DIABETES - Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, dr Renata Primasari. Dia mengatakan, gaya hidup modern yang cenderung pasif, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta minimnya kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan menjadi penyebab meningkatnya risiko penyakit diabetes dan kolesterol di kalangan generasi muda, Rabu (18/6/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gaya hidup modern yang cenderung pasif, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta minimnya kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan menjadi penyebab meningkatnya risiko penyakit diabetes dan kolesterol di kalangan generasi muda. 

Hal ini diungkapkan dr Renata Primasari, M.Biomed., Sp.PK, Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam siaran langsung edukatif melalui Instagram bertajuk “Waspada The Silent Killer: Mengenal Lebih Dalam Pemeriksaan Lab Diabetes dan Kolesterol.”

Ia mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap dua penyakit kronis yang dikenal sebagai “silent killer.”

“Penyakit seperti diabetes dan kolesterol disebut silent killer karena sering kali tidak menunjukkan gejala di awal. Banyak orang merasa sehat, padahal kerusakan sudah terjadi secara perlahan di dalam tubuh,” jelasnya, Rabu (18/6/2025).

Menurutnya, kelompok usia produktif, terutama generasi muda, kini menjadi kelompok rentan akibat pola hidup yang tidak sehat. 

“Yang membuat saya khawatir adalah pola hidup generasi muda yang jarang bergerak, sering mengonsumsi makanan cepat saji, dan enggan melakukan cek kesehatan. Gejala ringan seperti sering haus, buang air kecil, penurunan berat badan tiba-tiba, atau cepat lelah harus segera diwaspadai,” ungkapnya.

Baca juga: Masih Ada Cara Lezat Buat Mengontrol Kadar Kolesterol, Ini 6 Sumber Makanan Penurun Kolesterol Jahat

Sebagai dokter spesialis patologi klinik di FK Untag Surabaya, dr Renata menekankan pentingnya edukasi dan pemeriksaan laboratorium secara rutin sebagai langkah preventif. 

“Pemeriksaan glukosa puasa, glukosa sewaktu, dan HbA1c bisa membantu mengetahui status gula darah seseorang. Saya pribadi paling menyarankan tes HbA1c karena menggambarkan kadar gula darah rata-rata selama tiga bulan terakhir, sehingga lebih akurat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya pemantauan profil lipid untuk mendeteksi kolesterol tinggi. 

“Jenis kolesterol yang perlu diperiksa meliputi HDL (kolesterol baik), LDL (kolesterol jahat), trigliserida, dan total kolesterol. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mencegah penyakit kardiovaskular yang sering kali baru terdeteksi setelah muncul komplikasi,” tambahnya.

Tak hanya aktif di bidang akademik dan praktik klinis, dr Renata juga dikenal sebagai penulis buku "Infeksi Menular melalui Transfusi Darah 1," yang memperkuat kontribusinya dalam edukasi laboratorium klinik di Indonesia.

Untuk itu, masyarakat perlu melakukan perubahan gaya hidup sejak dini.

“Mulailah dari langkah kecil seperti makan sehat, olahraga teratur, dan kelola stres. Jangan tunggu sakit dulu untuk berubah,” pesannya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved