Berita Viral
Tangis Histeris Nenek Samidah di Aceh, Anak dan 4 Cucunya Tewas Dibantai, Polisi Dalami Motif Pelaku
Pilu anak dan 4 cucu nenek Samidah tewas dibantai oleh seseorang yang masih memiliki ikatan saudara. Pelaku juga merupakan cucunya sendiri.
TRIBUNJATIM.COM - Tragis anak dan empat cucu nenek Samidah tewas dibantai.
Pelaku pembantaian ternyata masih ada hubungan kekeluargaan.
Nenek Samidah di Aceh Tenggara tak dapat membendung tangisnya.
Pilu anak dan 4 cucunya tewas dibantai oleh seseorang yang masih memiliki ikatan saudara.
Pelaku juga merupakan cucunya sendiri.
Kepedihan hati Samidah pun semakin menjadi saat mengingat kebaikannya kepada pelaku.
Selama ini Samidah kerap memberikan pelaku makan dan menyediakan tempat untuk pelaku beristirahat.
Samidah pun pilu mengingat kesadisan pelaku.
Baca juga: Sosok Pria yang Bunuh Ayah dan Majikan di Jember Dikenal Baik, Istri Hamil 8 Bulan Jadi Korban
Diceritakan, pada saat itu dia sepulang dari kebun mengambil daun pisang terkejut melihat cucunya Laura dan Fajri tergeletak bersimbah darah di rumahnya.
Kemudian, dia juga mendengar informasi anak kandungnya Nayyan Basri dan anak Nayyan Basri yakni Dayat juga dihabisi tersangka.
Ibu pelaku adalah kakak Nayyan Basri.
"Saya cukup sedih melihat empat orang cucu dan satu anak kandung saya jadi korban brutal pembunuhan yang dilakukan cucunya sendiri. Seorang tetangga jadi sasaran tersangka. Namun, masih selamat dan dirawat di RSUD Sahuddin Kutacane," ujarnya sambil menangis.
Menurutnya, selama ini P setiap turun dari gunung makan dan mengisi daya ponsel dan baterai senter di rumahnya.
Menurut Samidah, tak pernah ada masalah keluarga mereka dengan cucunya.
"Terkejut sekali melihat tersangka tega menghabisi nyawa anak dan 4 cucunya. Tak sanggup saya menceritakan Pak," katanya dengan nada sedih.
Baca juga: Tangis Palsu Wadison di Hadapan Jasad Istri, Ngaku Dirampok, Ternyata Bunuh dengan Tangan Sendiri
Identitas Korban

Kasus pembunuhan berantai terjadi di Desa Uning Sigurgur, Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara, Aceh pada Senin (16/6/2025) lalu.
Seorang pria berinisial P (25) membacok enam orang dan langsung melarikan diri.
Sebanyak lima orang tewas di lokasi kejadian dan satu korban masih dirawat di RSUD Sahuddin Kutacane bernama Matiah (51).
Identitas lima korban tewas yakni Nayan (50), Elvi (16), Laura (13), Fajri (2) dan Dayat (26).
P (25) kini diburu polisi karena membunuh lima orang di Desa Uning Sigurgur, Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara, Provinsi Aceh pada Senin (16/6/2025) sekitar pukul 13.20 WIB.
Dalam melancarkan aksinya, P menggunakan senjata tajam.
Ia tercatat sebagai warga pegunungan Kompas, Desa Alur Baning, Kecamatan Babul Rahmah.
Kasi Humas Polres Aceh Tenggara AKP Jomson Silalahi, menyampaikan aksi pembunuhan tersebut bermula saat P mendatangi rumah Lura (13) dan Fazri (2), keduanya warga Desa Uning Sigugur.
Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyerang kedua korban dengan senjata tajam hingga menyebabkan keduanya meninggal dunia di tempat.
Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB, pelaku melanjutkan aksinya ke rumah korban lainnya yaitu ke rumah Evi (16).
Korban dibacok pada bagian kepala dan leher hingga tewas.
Pelaku kemudian membacok Mattiah (51), warga Desa Rambung Tubung, di bagian kepala.
Serta menyerang Nayan (50) dan Dayat (26) di rumah mereka di Desa Uning Sigugur.
Akibatnya, Nayan meninggal dunia dan Dayat mengalami luka berat dan sempat di rawat di RSUD Sahuddin Kutacane. Namun, akhirnya meninggal dunia.
Baca juga: Fakta-fakta WNA Ngamuk di Mal Kalibata, Ancam Bunuh Anak, Guyur Minyak ke Badan Biar Bisa Kabur
Pelaku dan Korban Punya Hubungan Kekeluargaan
AKP Jomson menjelaskan bahwa berdasarkan hasil sementara, antara pelaku dan para korban terdapat hubungan kekeluargaan.
Pelaku merupakan paman dari beberapa korban atau adik kandung dari ibu korban. Polisi masih mendalami motif pelaku.
Sebelum kejadian, pelaku diketahui baru pulang berbelanja kebutuhan rumah tangga dari Pajak Senin Desa Tenembak Alas, Kecamatan Tanoh Alas.
Pelaku tinggal bersama orangtuanya di kawasan Pegunungan Kompas, Desa Alur Baning.
Sembunyi di Pedalaman
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, menduga pelaku masih berada di pedalaman Babul Rahmah.
"Diprediksi tersangka yang membawa senjata tajam (sejam) berupa parang masih bersembunyi dari kejaran aparat kepolisian," tuturnya, Selasa (17/6/2025), dikutip dari TribunGayo.id.
Ia berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan lantaran pelaku masih membawa sejata tajam.
“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat. Saat ini tim sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku."
"Kami akan bekerja maksimal agar pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” lanjutnya.
Warga yang menemukan pelaku diharapkan melapor dan tidak main hakim sendiri.
"Kasus ini masih dalam penanganan intensif, dan perkembangan selanjutnya akan disampaikan secara berkala," imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di Serambinews.com
Berita Viral dan Berita Jatim lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com
TribunJatim.com
nenek Samidah
Aceh
Tribun Jatim
pembantaian
RSUD Sahuddin Kutacane
TribunEvergreen
AKP Jomson
pembunuhan
jatim.tribunnews.com
Sosok Pasha Ungu Minta Tak Ada Lagi Ojol Dilindas Rantis Brimob: Sengaja atau Tidak, Tanggung Jawab |
![]() |
---|
Mardi Dagang Siomay Sambil Was-was di Lokasi Demo Bisa Dapat Rp 500.000, Apes Kalau Rusuh: Saya Lari |
![]() |
---|
Sosok Jerome Polin Ajak Tolak Tawaran Jadi Buzzer Rp150 Juta, Singgung Uang Rakyat dan Gaji Guru |
![]() |
---|
Warga Arak Sepasang Kekasih Jalan 2 Km, Pergoki Wanita Bawa Anaknya di Rumah Pria Lajang Usia 39 |
![]() |
---|
Muncul Slogan ACAB dan Kode 1312 di Media Sosial Pasca Demo 28 Agustus, Apa Maknanya? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.