Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Macet Parah Imbas Perbaikan Jembatan Jagalan Lumajang, Pengandara Diimbau Tempuh Jalur Alternatif

Terjadi kemacetan parah imbas perbaikan Jembatan Jagalan Lumajang, polisi mengimbau pengendara menempuh jalur alternatif.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Erwin Wicaksono
MACET - Potret kemacetan lalu lintas yang terjadi di Jalan Nasional Lumajang-Probolinggo, tepatnya di Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, imbas perbaikan Jembatan Jagalan,Sabtu (5/7/2025) malam. Saat itu kemacetan terjadi sepanjang hampir 3 kilometer.  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Perbaikan Jembatan Jagalan mengakibatkan kemacetan sepanjang hampir 3 kilometer di Jalan Nasional Lumajang-Probolinggo, tepatnya di Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (5/7/2025) malam. 

Petugas di lapangan memang memberlakukan sistem buka tutup di jalur perbaikan Jembatan Jagalan.

Alhasil, kemacetan jalan tidak bisa dihindarkan lantaran kendaraan melaju secara bergantian ketika melewati Jembatan Jagalan.

Tersendatnya arus lalu lintas terjadi di dua sisi jalan. Yakni dari arah Kabupaten Lumajang maupun dari Kabupaten Probolinggo. 

Pantauan di lokasi, arus lalu lintas mulai tersendat dari radius 2 kilometer dari lokasi perbaikan jembatan. 

Tampak pihak kepolisian berjaga di sisi UPPKB Jembatan Timbang Klakah. 

Tono, sopir bus salah satu angkutan Antar Kota dalam Provinsi (AKDP) trayek Jember-Surabaya-Madura menerangkan, kemacetan membuat waktu tempuh perjalanan menjadi bertambah.

Saat melewati wilayah Klakah, bahkan bus yang ia kendarai bersama kendaraan roda empat lainnya nyaris tak bergerak. 

"Terutama saat malam hari, bisa hampir 1 jam hingga akhirnya bisa terbebas dari kemacetan. Macetnya lebih banyak yang di sisi dari arah Lumajang," ujarnya saat mengemudi di dalam bus. 

Lantaran tak ada pilihan jalur alternatif yang memadai bagi kendaraan besar, bus dan kendaraan besar sejenisnya harus rela terjebak macet. 

Baca juga: Dewan Buka Suara Soal Insiden Ambulans Terjebak Kemacetan di CFD Jombang hingga Pasien Meninggal

Sementara itu, Kasi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Untoro, mengatakan, pihaknya telah menerjunkan personel untuk berjaga di lokasi titik kemacetan. 

Personel Polres Lumajang dari satuan lalu lintas akan terus berjaga hingga rampungnya perbaikan jembatan sampai 6 bulan ke depan. 

Polisi mengimbau agar kendaraan besar maupun roda empat tidak melakukan ngeblong atau saling mendahului.

Hal tersebut dikarenakan akan semakin memperburuk kemacetan lalu lintas. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved