Warga Resah, Lahan Kosong Kolam Air Hangat di Mojokerto Diduga Dipakai untuk Aktivitas Menyimpang
Sebuah lahan kosong bekas pengeboran minyak, di samping rel kereta api Lingkungan Kedungsari, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto diduga menjadi sarang
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO- Sebuah lahan kosong bekas pengeboran minyak, di samping rel kereta api Lingkungan Kedungsari, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto diduga menjadi sarang pria penyuka sesama jenis.
Di lokasi lahan kosong itu terdapat sumber air sisa dari pengeboran minyak yang ditinggalkan, berair hangat dengan kolam sekitar 5-6 meter.
Mirisnya, kawasan kolam air hangat dikelilingi rawa dan ilalang di samping rel kereta itu, seringkali disalahgunakan sebagai salah satu tempat bertemunya pria penyuka jenis yang sudah janjian via group media sosial (Facebook).
RB (40) warga setempat mengatakan, masyarakat di lingkungan Kedungsari seringkali memergoki sesama pria yang lagi bermesraan di dekat kolam air hangat saat malam, dengan kondisi gelap gulita.
Dua orang pria masing-masing mengendarai sepeda motor masuk ke kawasan itu setiap malam.
"Sudah setahunan dari tahun 2023 dulu sudah digunakan seperti itu, ya pasangan homo. Biasanya saat malam, sesama laki-laki itu hampir setiap hari," kata RB (40) warga setempat.
Menurutnya, aktivitas di kawasan lahan kosong itu ramai dipenuhi mayoritas laki-laki mulai usai magrib hingga tengah malam.
Baca juga: Warga Resah Saat Tahu Ribuan Anggota Gabung di Grup FB Komunitas Waria dan Gay Mojokerto-Jombang
Warga sempat beberapa kali menggerebek pasangan penyuka jenis, lantaran berbuat tidak lazim hubungan sesama jenis di tempat itu.
Di lokasi ditemukan barang diduga bekas pesta seks sesama jenis, meliputi alat kontrasepsi (Kondom), bekas bungkus pelumas seks hingga beberapa celana dalam laki-laki yang terselip di antara ilalang.
"Ada 5-10 orang semuanya laki-laki semuanya, ada yang muda dan tua campur. Bukan orang sini, dari luar kota. Warga cuma tahu aktivitasnya mandi di situ, pernah dibubarkan karena menyimpang," ucap RB, pria yang menolak namanya dipublikasikan.
Sriasih (60) mengaku, sempat melihat gerombolan pria memasuki kawasan kolam air hangat saat malam, sekitar pukul 21.00 WIB hingga 01.00 dini hari.
Menurutnya, kolam air hangat itu merupakan bekas pengeboran minyak dari Pertamina yang ditinggalkan hingga sekarang muncul sumber air di lahan terbengkalai.
"Tidak tahu kalau hubungan, tahunya cuma mandi begitu. Pernah dibubarkan warga karena mengganggu," pungkas dia.
Lokasi lahan kosong itu berada persis di belakang Perumahan Tungga Dewi Residen.
Baca juga: Dua Anggota Grup FB Gay Tuban Diciduk, Polisi Beber Modusnya, Sita Cambuk dan Kalung Rantai
Pembelajaran Sekolah di Surabaya Diberlakukan Daring dari 1-4 September, Situasi Belum Kondusif |
![]() |
---|
4 Artefak Bernilai Sejarah Dilaporkan Hilang Dijarah saat Kantor DPRD Kabupaten Kediri Dibakar |
![]() |
---|
Aksi Damai Mahasiswa di Sampang Madura Sempat Memanas, Jalan Diblokade |
![]() |
---|
PWNU Jatim Ajak Masyarakat Jaga Ketertiban, Minta Pemerintah dan DPR Terbuka Menerima Aspirasi |
![]() |
---|
Ponpes Mambaul Maarif Denanyar Jombang Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.