Dosen UM Surabaya Bagikan Tips Agar Anak Semangat Sekolah Setelah Liburan

Tidak sedikit orang tua dan guru yang mengeluhkan anak-anak menjadi malas ke sekolah setelah liburan panjang

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUN JATIM NETWORK/PURWANTO
MASUK SEKOLAH - Ilustrasi siswa SD berbaris. Kebijakan masuk sekolah pukul 06.00 WIB menuai beragam tanggapan dari siswa dan orang tua di Karawang. Sebagian mendukung karena telah terbiasa, namun tak sedikit yang mengaku kerepotan, Selasa (3/6/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memulai tahun ajaran baru bagi siswa yang telah terbiasa libur sekolah menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit orang tua dan guru yang mengeluhkan anak-anak menjadi malas, enggan kembali bersekolah setelah masa liburan panjang. 

Menanggapi hal ini, Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Elmi Tri Yuliandari menjelaskan bahwa masa transisi dari liburan ke rutinitas sekolah memang kerap menjadi tantangan, baik bagi anak, orang tua, maupun guru. 

Ia mengaitkan fenomena ini dengan teori motivasi belajar dari Hamzah B. Uno yang membagi motivasi menjadi dua: intrinsik dan ekstrinsik.

“Motivasi intrinsik berasal dari dalam diri anak, seperti keinginan untuk berhasil, kebutuhan belajar, dan cita-cita masa depan. Sementara motivasi ekstrinsik datang dari luar, seperti dukungan orang tua, penghargaan, atau lingkungan belajar yang menyenangkan,” jelas Elmy.

Karena itu, baik orang tua maupun guru memiliki peran kunci dalam membangkitkan motivasi belajar anak, terutama setelah liburan panjang. Berikut beberapa tips praktis dari Elmi bagi orang tua dan guru:

Untuk orang tua pertama yang harus dilakuakn adalah mengembalikan rutinitas secara bertahap. 

Baca juga: Siswa SD Terpaksa Belajar di Ruang Tamu Kepsek di Hari Pertama, Sekolah Cuma Dapat 4 Murid Baru

Mulai dari mengatur ulang pola tidur, makan, dan aktivitas anak beberapa hari sebelum sekolah dimulai agar anak tidak ‘kaget’ saat hari pertama tiba.

Kedua, libatkan anak dalam persiapan sekolah.

Ajak anak menyiapkan perlengkapan sekolah seperti menyampul buku, menulis nama, menyusun jadwal, dan merapikan seragam." Kegiatan ini bisa membangkitkan antusiasme mereka,"ungkapnya.

Ketiga, beri dukungan emosional dengan menunjukkan bahwa orang tua hadir dan peduli melalui pelukan, ucapan semangat, atau pesan kecil di kotak bekal mereka.

"Selanjutnya untuk guru hal yang harus dilakukan adalah, ciptakan suasana kelas yang ramah dan menyenangkan. Hari pertama bisa diisi dengan perkenalan yang santai, permainan ringan, atau berbagi cerita liburan agar siswa merasa nyaman,"paparnya.

Selain itu, berikan waktu adaptasi dengan menghindari langsung memberikan beban pelajaran yang berat. 

Baca juga: Serasa Les Privat, Arsy Jadi Satu-satunya Murid Baru SDN Jalen Ponorogo

"Sekolah bisa mulai dengan review ringan dan beri waktu siswa menyesuaikan diri,"ujarnya.

Kemudian guru bisa menghias kelas, memasang ucapan selamat datang, atau memutar musik ceria untuk mencairkan suasana emosional.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved