Breaking News

Cuma Ada 12 Guru, SRMP Kota Malang Masih Butuh Tambahan Pengajar hingga Wali Asuh

Jumlah tenaga pengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Kota Malang saat ini tercatat hanya 12 orang.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/Purwanto
SEKOLAH RAKYAT KOTA MALANG - Sejumlah siswa Sekolah Rakyat saat mengikuti tes jasmani di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang di gedung Poltekom, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (14/7/2025). Sebanyak 100 siswa baru bersekolah di Sekolah Rakyat pada jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jumlah tenaga pengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Kota Malang saat ini tercatat hanya 12 orang.

Kepala Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyebut jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan ideal di sekolah setingkat SMP tersebut.

“Laporan dari kepala sekolah menyebutkan bahwa jumlah guru yang ada sekarang 12 orang, dan masih kurang empat guru lagi. Selain itu juga masih kekurangan tiga wali asuh dan tenaga administrasi,” kata Donny, Sabtu (2/8/2025).

Meski jumlah guru masih terbatas, Donny memastikan tidak ada satu pun guru SRMP 16 yang mengundurkan diri. Ia menegaskan seluruh kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal dan kondusif.

“Secara garis besar sampai hari ini aman. Tidak ada laporan pengunduran diri guru,” ujarnya.

Menurut Donny, keberadaan para guru sangat penting, bukan hanya untuk mendampingi proses belajar mengajar, tetapi juga sebagai pendamping psikososial anak-anak yang tinggal di asrama agar tetap merasa nyaman dan tidak mengalami homesick.

Baca juga: Distribusi Seragam Gratis di Kota Malang Terhambat Bet Nama

“Kalau ada siswa yang ingin pulang memang ada, tapi sudah bisa ditangani guru-guru di sana,” jelasnya.

Ia menambahkan, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat juga telah menyampaikan persoalan kekurangan guru ini ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendapatkan solusi.

Wahyu menyebut pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kota Malang masuk dalam tahap 1A, sesuai arahan percepatan dari pemerintah pusat.

Menurut Wahyu, pelaksanaan Sekolah Rakyat ini menjadi perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.

"Pesan dari Pak Kemensos saat itu bahwa Pak Presiden ingin mempercepat pelaksanaan Sekolah Rakyat tahap 1A, agar warga di daerah masing-masing bisa cepat merasakan dan menikmati manfaatnya," katanya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved