Gebrakan Sang Pemimpin
Kidung Aruna Kinanti Tema Besar Hari Jadi Ponorogo ke-529
Launching tema dan logo Hari Jadi Ponorogo ke 529, digelar di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo, Jalan Alun-alun Utara, Kelurahan Mangkujayan
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko launching tema dan logo Hari Jadi Ponorogo ke 529, beberapa waktu lalu.
Launching tema dan logo Hari Jadi Ponorogo ke 529, digelar di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo, Jalan Alun-alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim.
Apa makna tema dan Logo Hari Jadi Ponorogo ke 529?
Wartawan : Kang Giri barusan launching tema dan Logo Hari Jadi Ponorogo ke 529. Apa temanya kang?
Kang Giri : Tema besarnya adalah “Kidung Aruna Kinanti”. Untuk logonya bisa dilihat sendiri logo yang diluncurkan terlihat sekilas seperti lembaran buku. Namun terbaca ada angka 529. Dengan warna yang istimewa, campuran antara merah, pich hingga hijau.
Baca juga: Persiapan Bupati Kang Giri Jelang Hari Jadi Ponorogo ke 529
Wartawan : Apa bedanya dengan tema dan logo tahun sebelumnya?
Kang Giri : saat 528 lalu, tema besarnya adalah Serenade Langit Tembaga. Dimana diartikan Serenade Langit Tembaga melambangkan cahaya yang gemerlap sore hari di antara kolaborasi seni dan musik saat itu kami di pengujung periode pertama.
Saya harus jujur mengatakan waktu itu, hari jadi ini (528) hari jadi terakhir kami pada periode pertama. Makanya temanya Serenade Langit Tembaga
Sementara untuk Hari Jadi ke 529 ini tema besarnya adalah Kidung Aruna Kinanti. Artinya, Kidung adalah nyanyian. Kita tahu kidung itu gending nyanyian lantunan ya dzikir. Artinya rintihan hati yang punya nada. Maka namanya kidung
Baca juga: Kang Giri Launching Tema dan Logo Hari Jadi Ponorogo ke-529: Kidung Aruna Kinanti, Begini Maknanya
Aruna dalam cerita wayang, bisa dimaknai fajar menyingsing. Serta nama seseorang kusirnya Batoro Suryo. “Itu dalam cerita wayang, mengantarkan matahari terbit
Sementara Kinanti tembang yang melambangka mocopat yang ada beberapa tahapan. Ada Uler kambang, maskumambang, mijil, sinom ada asmorodono, kinanti. Nah pada saat tiba di kinanti bagaimana kita bergandengan tangan bersama-sama. Maknanya kolaborasi semua pihak. Bergandeng menuju Ponorogo pada halaman-halaman berikutnya
Wartawan : Wah keren sekali. Sangat-sangat seniman sekali. Kalau untuk logonya kang?
Baca juga: Revitalisasi Makam Bathoro Katong Pemkab Ponorogo Gandeng Pemprov Jatim, Berkonsep Tempo Dulu
Kang Giri : Sementara Logo yang ditampilkan, logo Hari Jadi ke 529 dikemas layaknya lembaran buku yang sedang dibuka. Sementara ada warna merah putih, hijau tosca dan perpaduan warna-warna lain
Yang menunjukkan warna muda gairah warna milenial warna pagi. Buku lembaran-lembayan ini kami tidak pengen melupakan sejarah. Artinya Ponorogo dibangun seperti kita membaca buku dengan lembaran-lembaran yang luar biasa
Makna Lengkap
529 merupakan kidung merdu dalam perjalanan panjang yang bernama Ponorogo. Tahun ini, seluruh harmoni itu dlibingkai dalam tema yang puitis, "Kidung Aruna Kinanti". Sebait doa, sebuah nyanyian harapan, menuju Ponorogo yang semakin hebat.
Logo dalam perayaan ini dikemas layaknya lembaran buku yang sedang dibalik. Bukan sekedar estetika visual, melainkan simbol kuat bahwa Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Bunda Lisdyarita kini tengah melanjutkan bab baru, menyusuri paragraf demi paragraf, menuliskan kisah hebat selanjutnya dengan penuh keyakinan dan hatiyang berpihak pada rakyat.
Lembaran buku berwarna hjiau tosca, merah muda, dan magenta, merupakan paduan yang segar. Ditulis dengan font klasik Times New Roman, menjembatani yang lama dan yang muda, simbol dari generasi yang saling mengisi. Sebuah visual yang bukan hanya cantik, tapi bermakna rukun dan harmonis antar generasi.
Baca juga: Cuaca Jatim Minggu 3 Agustus 2025: Waspada Hujan Petir di Tulungagung & Ponorogo, Surabaya Panas
Kidung adalah ungkapan, puisi kehidupan yang terdiri ari bait-bait harapan, perjuangan, dan cita-cita. la tak hanya dinyanyikan dengan suara, tetapi dengan rasa yang mengalun dari hati masyarakatnya.
Aruna adalah fajar, cahaya pertama yang membelah gelap, menjadi pertanda awal baru yang penuh harapan. Dalam kisah pewayangan, Aruna adalah kusir sang surya. la bukan tokoh utama, namun tanpanya, matahari tak akan sampai ke langit. Seperti seorang pemimpin yang mungkin tak selalu di depan sorotan, tapi setia membawa rakyatnya menuju terang.
Kinanti berarti menggandeng. Bukan mendahului, bukan meninggalkan. Tapi berjalan bersama dalam satu irama, satu langkah, dan satu tujuan untuk masa depan Ponorogo yang Iebih hebat.
Maka 529 bukan sekedar perayaan, namun merupakan nyanyian peradaban, yang dibuka dengan fajar, dilantunkan bersama, dan ditulis di halaman berikutnya.
Mari bersama teruskan kisah hebat ini. Dengan kidung yang lebih indah, cahaya yang lebih terang, serta langkah yang terus bergandengan erat.
TEMA : KIDUNG ARUNA KINANTI
ACARA :
- 3 Agustus 2025 Gandrung Nabi, Sholawat Nabi dan Ngaji Bersama (Gus Coy patoknegoro).
- 4 Agustus 2025 Fashion Carnival di Depan DPRD Kab. Ponorogo. SD,SMP, SMA (Depan Gedung DPRD). Teater Tuwuh feat Orkestra Ponpes Darul Falah (Panggung Utama Alun-alun Ponorogo)
- 5 Agustus 2025: Jalan Thik Nogo Pertolo.
- 6 Agustus 2025: Parade Reog Obyog. Reog diarak dari Timur alon-aloon hingga depan panggung melalui stand pameran UMKM
- 7 Agustus 2025: Ketoprak Dahono Wengker Reborn. Lakon:Sumilak Ing Mendung Tumayung.
- 8 Agustus 2025: Dangdut Lawasan. OM BARRISTA (Difarina Indra, Silvy Kumalasari dan Sasya Akhrisna)
- 9 Agustus 2025: Wayang Kulit Ki Cahyo Kuntadi (Depan KantorDPRD). Lakon Kresno Gugah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Bupati-Ponorogo-Sugiri-Sancoko-tengah-saat-launching-Tema-dan-Logo.jpg)