Jatimpedia

Fakta Sejarah Malang, Kota Terbesar Ke-2 di Jawa Timur, Terkenal Kota Wisata dan Bunga

Inilah fakta sejarah Malang, kota terbesar kedua di Jawa Timur. Punya banyak julukan karena sejarah panjangnya.

Tayang:
Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Benni Indo
PUNYA NILAI SEJARAH - Papan nama Pasar Besar Kota Malang yang terletak di bagian Utara, Kamis (30/1/2025). Keberadaan pasar ini tidak lepas dari sejarah lahirnya Kota Malang. Sejarawan Dwi Cahyono menyarankan Pemkot Malang bisa menjaga nilai sejarah jika hendak merevitalisasi pasar. 

TRIBUNJATIM.COM - Kota dan Kabupaten Malang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Timur (Jatim). 

Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya

Malang juga merupakan bagian dari wilayah yang dikenal sebagai Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Namun tahukah Tribunners asal-usul nama Malang untuk daerah ini? 

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), arti kata malang adalah terletak melintang atau dalam kata sifat berarti bernasib buruk.

Namun, asal-usul nama Malang tidak berhubungan dengan dua makna yang ada di KBBI itu.

Ada dua teori di balik penamaan kota Malang.

Malang Kucecwara

Kota Malang memiliki nama lengkap Malang Kucecwara yang berarti Tuhan akan membantu kita menaklukkan yang jahat.

Hipotesis pertama merujuk pada nama sebuah bangunan suci bernama Malangkuçeçwara (diucapkan [malangkuceworo).

Bangunan suci tersebut disebut dalam dua prasasti Raja Balitung dari Mataram Kuno, yakni Prasasti Mantyasih tahun 907 Masehi dan Prasasti 908 Masehi.

Dalam buku The Miracle of Language yang ditulis Moses Adesan Mihaballo, Heru Susanto, dan Sriyana, para ahli masih belum memperoleh kesepakatan di mana bangunan tersebut berada.

Di satu sisi, ada sejumlah ahli yang menyebutkan bahwa bangunan Malangkuçeçwara terletak di daerah Gunung Buring, suatu pegunungan yang membujur di sebelah timur Kota Malang di mana terdapat salah satu puncaknya bernama "Malang".

Pihak yang lain di sisi lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci tersebut terdapat di daerah Tumpang, Kabupaten Malang.

Di daerah tersebut, terdapat sebuah desa bernama Malangsuka, yang menurut para ahli sejarah berasal dari kata Malangkuça (diucapkan [malanku?o?]) yang diucapkan terbalik.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved