Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Saling Bantah Alasan soal Patung Tikus Berdasi Batal Tampil di Karnaval HUT Kemerdekaan

Rencananya, patung tikus itu akan ditampilkan di karnaval hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) di Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur.

Editor: Torik Aqua
KOMPAS.com / Repro (Instagram @Bangkalanterkini
BATAL TAMPIL - Patung tikus berdasi milik warga Desa Telaga Biru yang batal tampil di karnaval. Pemerintah dan aparat saling bantah soal alasan patung tikus berdasi batal tampil. 

TRIBUNJATIM.COM - Alasan patung tikus berdasi di Bangkalan, Jawa Timur batal ditampilkan.

Namun, baik pemerintah dan aparat saling membantah ketika ditanya soal siapa yang tak memperbolehkan patung itu tampil.

Pemerintah menyebut jika larangan itu dikeluarkan oleh aparat.

Tapi polisi membantah dan mengaku jika tak ada larangan. 

Padahal, patung tikus tersebut siap untuk dibawa saat karnaval.

Rencananya, patung tikus itu akan ditampilkan di karnaval hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) di Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur.

Patung tersebut dibuat oleh warga desa setempat.

Baca juga: Patung Bajuri Malang Roboh Usai Truk Tebu Kelebihan Muatan Tersangkut Kabel, Tiang dan Reklame Rusak

Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja'far mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan camat setempat adanya hal tersebut.

Ia menyayangkan adanya larangan itu.

"Kami sudah konfirmasi ke camat di sana, menurut penjelasan pak camat, itu merupakan permintaan dari aparat keamanan yang ada di Tanjung Bumi," ujar Fauzan, Rabu (27/8/2025).

Ia mengatakan, menurut penjelasan Camat Tanjung Bumi, larangan itu muncul dari aparat karena dikhawatirkan memicu terjadinya konflik lokal.

Sebab, diduga salah satu wilayah masih terdapat konflik lokal dan dikhawatirkan menjadi pecah jika patung tersebut tampil dalam karnaval.

"Sehingga, untuk mengantisipasi terjadinya konflik horizontal atau konflik lokal itu, aparat menyarankan agar patung tersebut tidak ikut dalam karnaval," jelasnya.

Ia menilai, perayaan HUT RI memang seharusnya memperkuat persatuan dan kesatuan serta tali persaudaraan di masyarakat, sehingga tidak menyinggung satu kelompok.

"Ini menjadi catatan kita agar kedepan untuk perayaan hari kemerdekaan agar memberikan kebebasan kepada siapapun untuk berkreativitas," ungkapnya.

Pihaknya juga menekankan, tidak ada larangan dari pemerintah untuk patung tersebut tampil.

"Bukan larangan dari kami, namun dari aparat keamanan untuk mencegah dan mengantisipasi adanya konflik di masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono mengaku tak ada larangan patung tikus berdasi itu tampil.

"Tidak apa-apa (tampil), apa dasar larangannya. Asal tidak mencantumkan nama perorangan, karena nanti bisa pencemaran nama baik," singkatnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved