Atasi Gulma Resisten, BASF Luncurkan Herbisida Baru untuk Petani Padi

Bagi petani padi, gulma menjadi salah satu musuh terbesar yang mengancam keberhasilan panen.

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA
PERTANIAN - Peluncuran Luxinum di Madiun bersama para petani, Selasa (26/8/2025). 

Poin Penting:

Laporan Wartawan Tribuin jatim Network, Nurika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Bagi petani padi, gulma menjadi salah satu musuh terbesar yang mengancam keberhasilan panen.

Dalam kondisi tertentu, jika jenis gulma yang tumbuh sangat agresif dan jumlahnya tidak terkendali, petani bahkan bisa menghadapi risiko gagal panen.

Situasi ini menimbulkan keresahan, mengingat hasil panen adalah sumber utama penghidupan para petani. Oleh karenanya, perusahaan kimia global BASF resmi meluncurkan herbisida terbarunya, Luxinum ditujukan untuk membantu petani padi.

Aslih Srilillah, Indonesia Marketing Head, BASF Agricultural Solutions Indonesia menyebut, kehadiran luxinum berangkat dari permasalahan petani yang memiliki keresahan terhadap gulma yang sulit dikendalikan dan keterbatasan produk yang saat ini bisa digunakan untuk mengendalikan gulma.

Baca juga: Dosen UB Manfaatkan Limbah Pisang dan Enceng Gondok Untuk Pencegahan Gulma di NTT

Sementara Madiun dinilai memiliki potensi besar dan berperan sebagai lumbung pangan di wilayah Jawa Timur bagian barat. Sehingga kali ini, dalam pengenalan produk pihaknya juga melibatkan petani setempat.

“Di Jawa Timur banyak sekali petani yang resah karena banyak rumput-rumputan atau teki-teki yang susah dikendalikan. Oleh karena itu, kami mengenalkannya di sana karena banyak permasalahan rumput seperti jawan dan kenapa Madiun, karena termasuk penghasil beras terbesar di Jatim,” ungkap Aslih Srilillah, Indonesia Marketing Head, BASF Agricultural Solutions Indonesia kepada TribunJatim di Swiss-Bellhotel Surabaya, Senin (25/8/2025).

Produk ini disebut sebagai terobosan herbisida kelas baru pertama dalam beberapa dekade terakhir yang mampu mengatasi gulma resisten pada lahan pertanian padi.

Di Madiun peluncuran produk tersebut dihadiri oleh ratusan petani dan mitra bisnis, sekaligus menampilkan hasil uji coba lapangan penggunaan Luxinum, Selasa (26/8/2025).

Sebelumnya, sosialisasi produk ini juga digelar di Rawajitu, Lampung (10 Juli) dan Parigi (17 Juli) yang menarik lebih dari 650 petani.

Senada dengan itu, Jerico Gascon, Local Business Management BASF Agricultural Solutions Indonesia, menyebut telah melakukan pelatihan intensif dan sharing pengetahuan bersama para petani di Indonesia terkait cara penggunaan, dosis yang dibutuhkan dan keamanan produk.

Ia juga menyebut, Luxinum hadir untuk menjawab tantangan serius para petani padi akibat gulma yang sulit dikendalikan. Sehingga para petani dapat meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

“Gulma bisa menyebabkan kerugian panen hingga 60 persen bahkan mencapai 90 persen. Hasil penelitian menunjukkan Luxinum efektif mengendalikan gulma resisten seperti jawab, dengkulan, dan tekian,” jelasnya.

Herbisida pra-tumbuh ini diklaim bekerja dengan mekanisme unik yang menghambat proses membran sel pada bibit gulma.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved