Gubernur Khofifah Dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim, Tegaskan Penghargaan Bukan Target Utama
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak pernah menjadikan penghargaan target utama
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Khofifah menegaskan Pemprov Jatim tidak bekerja demi mengejar penghargaan.
- DPRD Jatim menyoroti agar ratusan penghargaan berdampak nyata bagi masyarakat.
- Pemprov Jatim tercatat meraih 832 penghargaan sepanjang 2019-2024.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak pernah menjadikan penghargaan sebagai target utama dalam menjalankan program pemerintahan.
Penegasan ini secara khusus disampaikan Khofifah di dalam rapat paripurna DPRD Jatim, Rabu (13/5/2026).
Rapat paripurna ini beragenda Pendapat Akhir Fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Jawa Timur tahun 2025.
DPRD Soroti Dampak Penghargaan bagi Masyarakat
Dalam Rapat Paripurna tersebut, sempat muncul sorotan mengenai ratusan penghargaan yang didapat Pemprov, bahwa harus berdampak terhadap masyarakat.
Sebab, sepanjang 2019-2024, Pemprov berhasil meraih 832 penghargaan mulai level lokal sampai internasional.
Baca juga: Pansus LKPJ DPRD Jatim Soroti Sektor Pendidikan: 6 Indikator Kinerja Belum Tercapai di 2025
Sepanjang tahun 2025, Pemprov juga berhasil memborong berbagai penghargaan bergengsi.
Berbagai penghargaan ini diharapkan DPRD Jatim bisa memiliki dampak terhadap masyarakat.
Namun dalam sesi sambutan, Khofifah menyebut dia tidak bekerja untuk mendapat penghargaan.
"Bukan karena kami dapat penghargaan lalu kami berjalan, tidak," kata Khofifah diatas podium dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jatim Khofifah Indar Parawansa ini.
Khofifah: Kami Bekerja Dulu, Baru Diapresiasi
Secara khusus Khofifah memberi contoh bagaimana dia mendapat Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Menurutnya, penghargaan tersebut karena Provinsi Jawa Timur mencatatkan produksi padi tertinggi diantara semua provinsi.
Yakni terhitung mulai tahun 2020 hingga 2025 dan diprediksi juga akan tinggi pada tahun 2026 ini.
"Jadi bukan karena kita dapat pengakuan lalu bekerja, kita bekerja lalu diapresiasi," ungkap Khofifah dengan nada penekanan.
Khofifah meminta jangan ada anggapan bahwa Pemprov bekerja karena target penghargaan.
"Karena di dalam visi misi kita tidak ada itu target menerima penghargaan sebanyak-banyaknya. Tapi bahwa kami bekerja sangat keras. Kami melakukan berbagai sinergi dan kolaborasi yang luar biasa. Dan itu jangan lupa dukungan dari DPRD juga luar biasa," ujarnya.
Gubernur Jawa Timur
Khofifah Indar Parawansa
DPRD Jatim
penghargaan
berita jatim hari ini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Dugaan Pelecehan Kembali Mencuat di Kampus UNU Blitar, Terduga Pelaku Seorang Dosen |
|
|---|
| Aksi Mahasiswa GMNI di DPRD Trenggalek Ungkap Banyak PR Pendidikan Daerah |
|
|---|
| Buruh Pabrik Rokok di Bojonegoro Mulai Terima BLT DBHCHT Tahap Pertama |
|
|---|
| Jelang Bebas, Warga Binaan Lapas Tuban Dilibatkan dalam Program Bedah Rumah |
|
|---|
| Viral Terpopuler: Sosok Siswa Berani Protes Juri Cerdas Cermat hingga Shindy MC Dicemooh Teman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/khofifah-soal-penghargaan-disorot-dprd-jatim.jpg)