Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Ucapannya 'Orang Tolol Sedunia' Viral, Ahmad Saroni Tolak Tantangan Debat Salsa Erwina: Gak Ladenin

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menjadi perbincangan setelah ucapannya soal orang tolol sedunia viral di media sosial.

Dok. Tribunnews
TOLAK DEBAT - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menolak tantangan debat terbuka dari influencer muda, Salsa Erwina Hutagalung. Ucapannya soal orang tolol sedunia viral di media social, Kamis (28/8/2025). 

TRIBUNJATIM.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menjadi perbincangan setelah ucapannya soal orang tolol sedunia viral di media sosial.

Kritikan membanjiri dirinya dari publik hingga influencer muda bernama Salsa Erwina Hutagalung.

Salsa bahkan menantang Ahmad Saroni debat secara terbuka.

Salsa menegaskan seorang politisi harus sadar gajinya berasal dari rakyat yang diwakilinya.

Namun Ahmad Saroni justru menolak tantangan tersebut dan tak perlu meladeninya.

Baca juga: Sosok Salsa Erwina Hutagalung Tantang Debat Orang Tolol Sedunia, Ahmad Sahroni: Ane Masih Bloon

Ucapan Sahroni yang picu kritikan dari banyak pihak

Pernyataan Sahroni bermula ketika ia menanggapi wacana pembubaran DPR RI yang ramai diperbincangkan. 

Dalam kunjungan ke Polda Sumut, ia berkata mental ingin membubarkan DPR "tertolol sedunia". 

"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (27/8/2025). 

Ucapan tersebut segera menyebar di media sosial dan menjadi viral.

Banyak warganet menilai kalimat itu merendahkan masyarakat. 

Kritik juga datang dari mantan Wakapolri Oegroseno, yang menilai pernyataan itu tidak pantas diucapkan pejabat publik.

Gelombang kritik inilah yang kemudian memicu tantangan debat dari Salsa Erwina.

Salsa Erwina, seorang influencer sekaligus aktivis muda Indonesia yang baru-baru ini viral karena menantang debat terbuka anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, terkait isu tunjangan DPR.
Salsa Erwina, seorang influencer sekaligus aktivis muda Indonesia yang baru-baru ini viral karena menantang debat terbuka anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, terkait isu tunjangan DPR. 

Sindiran terbuka dan ajakan debat dari Salsa Erwina

Salsa menanggapi ucapan tersebut dengan nada keras dalam unggahannya di Instagram.

"Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88 dari partai @official_nasdem. Kita buktikan siapa yang sebenernya tolol dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat!" tulisnya. 

Sindiran Salsa semakin tajam saat ia menyinggung posisi Sahroni sebagai wakil rakyat. 

"Berani? Bertanggung jawab sama kata2 kamu ngatain bos yang bayar gaji kamu ‘tolol’. Namanya gak tau diri, duitnya diembat, dikatain, manusia maruk bin gak tau diri," tulisnya lagi. 

Kalimat ini viral karena dianggap mewakili kemarahan publik.

Tidak hanya menantang, Salsa juga mengusulkan debat dilakukan dengan juri profesional internasional.

Ia menilai cara itu akan membuat publik bisa menilai secara objektif siapa yang memiliki argumen lebih kuat.

Usulan ini menarik perhatian karena jarang terjadi seorang influencer menantang langsung pejabat tinggi negara di ruang publik dengan format yang sangat formal. 

Wacana debat terbuka dengan juri internasional pun menambah panas perdebatan di media sosial.

Baca juga: Ahmad Sahroni Kunjungi Kota Kediri, Singgung Pentingnya Netralitas Instansi dalam Pilkada 2024

Tanggapan santai Sahroni

Alih-alih menerima tantangan, Ahmad Sahroni memilih menolak. Ia menuliskan respons santai di akun Instagram pribadinya.

"Ane gak akan ladenin org yg ajak debat ane, ane mau bertapa dl bia pinter krn ane masih bloon. ane ini masih bego," tulisnya. 

Pernyataan tersebut membuat warganet semakin ramai berkomentar. 

Sebagian menilai Sahroni mencoba meredakan situasi dengan bercanda, tetapi sebagian lain menganggapnya sebagai cara menghindar dari tanggung jawab publik.

AHMAD SAHRONI - Ahmad Sahroni, viral di media sosial karena pernyataannya tentang orang tolol sedunia. Mantan Wakapolri, Oegroseno sakit hati: tidak sepantasnya orang yang dipilih rakyat, memberikan pernyataan ini.
AHMAD SAHRONI - Ahmad Sahroni, viral di media sosial karena pernyataannya tentang orang tolol sedunia. Mantan Wakapolri, Oegroseno sakit hati: tidak sepantasnya orang yang dipilih rakyat, memberikan pernyataan ini. (Tribunnews.com/Fersianus Waku)

Sosok Salsa Erwina Hutagalung

Setelah viral menantang Sahroni, publik mulai mencari tahu sosok Salsa Erwina. 

Dilansir dari Kompas.com, Rabu, ia ternyata memiliki latar belakang akademik dan prestasi yang menonjol. 

Pada 2014, Salsa menjuarai lomba debat internasional di Nanyang Technological University.

Ia juga pernah menjadi mahasiswa berprestasi di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kini, Salsa tinggal di Aarhus, Denmark, dan aktif sebagai konten kreator. 

Ia mengelola podcast Jadi Dewasa 101 yang membahas pengenalan diri, ekspektasi hidup, hingga manajemen keuangan. 

Reputasinya sebagai influencer berprestasi membuat tantangannya terhadap Sahroni mendapat perhatian luas.

Baca juga: Pilu Siswa SMP Diikat di Pohon dan Disiram Air Got, Si Bocah Pasrah, Ahmad Sahroni: Perundungan Lagi

Sahroni klarifikasi bukan ditujukan untuk rakyat

Di tengah polemik, Sahroni memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan ucapannya tidak pernah ditujukan kepada masyarakat yang menyerukan pembubaran DPR RI. 

“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” katadia. 

Menurutnya, istilah tersebut diarahkan pada pola pikir yang menganggap DPR bisa dibubarkan begitu saja hanya karena isu gaji dan tunjangan anggota. 

Ia menyebut pernyataannya dipahami keliru sehingga menimbulkan kesalahpahaman di publik.

Sahroni menilai wacana pembubaran DPR yang ramai dibicarakan publik muncul karena isu gaji dan tunjangan anggota DPR. 

Ia menegaskan, topik tersebut perlu dijelaskan secara detail dan teknis, mulai dari tunjangan rumah hingga fasilitas anggota dewan, agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Maka itu enggak make sense kalau pembubaran DPR, cuma gara-gara yang tidak dapat informasi lengkap tentang tunjangan-tunjangan itu,” ujarnya. 

Dengan penjelasan ini, ia berusaha menegaskan kritik publik lahir dari informasi yang tidak utuh.

Politisi Partai NasDem ini mengingatkan pembubaran DPR bisa melemahkan demokrasi Indonesia. 

Menurutnya, lembaga legislatif tetap dibutuhkan untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved