Selain itu, pertimbangan lainnya adalah calon yang dipilih memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan pada Pilpres 2024 nanti.
"Dan yang sangat dipertimbangkan adalah peluang untuk berhasil dalam pertarungan politik nanti," jelasnya.
Jadi, kemungkinan calon presiden perempuan yang jadi pimpinan partai politik dan sebagainya menjadi sangat relevan," tambah Surya.
Ke depan, pengumuman bakal cawapres akan diumumkan Anies sendiri.
"Sesuai kesepakatan koalisi partai, semua diserahkan kepada calon presiden untuk memilih calon presidennya. Lebih cepat lebih baik," tutupnya.
Baru-baru ini, nama Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid menguat disebut sebagai cawapres Anies Baswedan.
Sosoknya disebut-sebut sebagai jalan tengah kebuntuan nama cawapres Anies Baswedan.
Menanggapi hal itu, putri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini buka suara.
Baca juga: Biodata Yenny Wahid, Sosok Figur NU yang Diharapkan Nasdem Jadi Cawapres Anies Baswedan, AHY Dilepas
Jawaban Yenny Wahid namanya masuk daftar cawapres Anies Baswedan
"Semua politisi akan dihukumi dengan track record mereka tapi kalau perkara saya dengan Mas Anies Baswedan, ya saya enggak perlu membuka ke UGM, di forum ini, wong saya belum jawab di media kok.
Kenapa harus jawabnya di UGM. Nanti kalau sudah saatnya dibuka," jawab Yenny Wahid di future leader forum (LFF) yang digelar di Auditorium Fisipol UGM, Jumat (7/7/2023).
Yenny Wahid pun menegaskan semua tindakan-tindakan politiknya akan didasarkan kepada nilai.
"Kalau saya pasti akan stay true to my value dan semua tindakan-tindakan politik saya akan didasarkan kepada nilai. Karena hanya itu yang saya punya," tegasnya.
Yenny Wahid mengatakan dirinya bukanlah siapa-siapa.
Bukan ketua umum partai, bukan ketua umum organisasi masyarakat (ormas), bukan pejabat, dan bahkan bukan seorang pengusaha.