Hanyut 4 Hari dari Banyuwangi, Jasad Kakek Ditemukan Mengambang di Perairan Jembrana Bali
Sesosok jasad kakek berusia 64 tahun ditemukan mengambang di perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, Minggu (11/1/2026) malam.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Identitas Korban: Alapi Hariyono (64), warga Desa Gumirih, Singojuruh, Banyuwangi.
- Waktu Kejadian: Hilang Kamis (8/1/2026), Ditemukan Minggu (11/1/2026).
- Lokasi Temuan: Perairan Pengambengan, Jembrana, Bali (16 mil laut dari muara).
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Sesosok jasad kakek berusia 64 tahun ditemukan mengambang di perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, Minggu (11/1/2026) malam.
Jasad kakek itu diketahui bernama Alapi Hariyono.
Warga Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi itu sebelumnya dilaporkan tenggelam di sungai di wilayah Desa Gumirih, empat hari lalu atau Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Pemuda di Banyuwangi Gugat Denada ke Pengadilan, Mengaku sebagai Anak Kandung yang Ditelantarkan
Ditemukan 16 Mil dari Muara Bomo
Pencarian selama empat hari tim SAR gabungan di wilayah sekitar sungai hingga hilir baru membuahkan hasil di hari keempat.
Jenazah korban pertama kali ditemukan mengambang oleh nelayan di sekitar perairan. Jarak lokasi korban dilaporkan tenggelam dan korban ditemukan terbilang jauh. Korban tenggelam di aliran sungai yang jaraknya belasan kilometer dari muara sungai.
"Jenazah ditemukan dengan jarak sekitar 16 nautical mile dari Muara Bomo ke arah tenggara," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, Senin (12/1/2026).
Oka menjelaskan, jenazah korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan Jenberana Bali sekitar pukul 20.35 WIB. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa korban merupakan Alapi yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam di Banyuwangi.
"Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut," ujarnya.
Penemuan korban sekaligus menutup proses pencarian yang telah berlangsung selama empat hari.
Operasi yang melibatkan Kantor SAR, BPBD, TNI, polri, relawan, serta masyarakat setempat itu resmi dibubarkan.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat yang telah terlibat aktif dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ungkap dia.
Alapi pertama kali dilaporkan hilang saat berteduh di gubuk pinggir sungai saat hujan deras. Kerabat Alapi sempat melihatnya berteduh di sana ketika melintas di wilayah tersebut.
Saat kembali melintas pada petang harinya, Alapi sudah tak terlihat di gubuk. Kerabat tersebut mengira Alapi telah pulang ke rumah.
Baca juga: Nasib Guru di Daerah Terdampak Banjir Aceh, Harus Seberangi Sungai Naik Sling: Apapun Kondisinya
Namun hingga malam, kakek tersebut tak kunjung berada di kediamannya. Keluarga pun mencarinya ke berbagai tempat dan menduga Alapi tenggelam saat berteduh di pinggi sungai.
Dugaan itu semakin kuat setelah warga menemukan mesin pemotong rumput milik Alapi yang tersangkut ranting di aliran sungai. Lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari titik korban biasa menyebrang di aliran sungai.
| Aniaya Rekan Kerja Hingga Patah Tulang Hidung, Kepala Tim URC DPUTR Ditahan Jaksa Gresik |
|
|---|
| Korupsi Bank Pelat Merah Nganjuk 2025-2026, Kejari Taksir Kerugian Negara Nyaris Rp2 Miliar |
|
|---|
| Guru TK dan RA di Kabupaten Malang Mengadu ke DPRD, Keluhkan Status Non ASN hingga Kesejahteraan |
|
|---|
| Pensiunan ASN Baru Sadar Gelang Emasnya Raib setelah Diperiksa Nakes Gadungan yang Datang ke Rumah |
|
|---|
| Jejak Museum HOS Tjokroaminoto Surabaya, Rumah Para Tokoh Pergerakan Bangsa Bergelut Ide Kemerdekaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tim-SAR-Gabungan-mencari-Alapi-Hariyono-di-sungai-tempat.jpg)