Angin Kencang Terjang Banyuwangi, 57 Rumah Rusak dan Belasan Pohon Tumbang
Kalaksa BPBD Kabupaten Banyuwangi Partana mengstakan, jumlah rumah yang rusak akibat angin kencang mencapai sekitar 57 unit
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Angin kencang di Banyuwangi merusak sekitar 57 rumah di Kecamatan Tegalsari dan Licin.
- Belasan pohon tumbang di sejumlah wilayah, bahkan sempat menutup akses jalan.
- Hujan lebat juga memicu banjir di Desa Tamansari akibat saluran air tersumbat.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu (4/3/2026) malam menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
Angin kencang setidaknya menerjang Kecamatan Tegalsari dan Licin.
Di Kecamatan Tegalsari, angin menyapu wilayah Desa Tegalsari, Tegalrejo, dan Dasri. Sementara di Kecamatan Licin, bencana alam tersebut mengenai wilayah Desa Tamansari.
Puluhan Rumah Rusak
Kalaksa BPBD Kabupaten Banyuwangi Partana mengstakan, jumlah rumah yang rusak akibat angin kencang mencapai sekitar 57 unit.
"Kerusakan mulai kategori ringan hingga berat," kata dia, Kamis (5/3/2026).
Baca juga: Percepat Pelayanan Publik, 6 Desa di Banyuwangi Masuk Tahap Pemekaran: Cek Daftar Nama Desa Barunya
Selain merusak rumah, angin kencang juga merobohkan beberapa pohon. Pada Rabu malam, dua pohon besar roboh. Salah satunya bahkan menutup akses jalan.
Angin kencang juga melanda pada Kamis siang. Hingga saat ini, BPBD Banyuwangi masih mendata jumlah pohon tumbang dan dampak yang ditimbulkannya.
Belasan Pohon Tumbang di Sejumlah Kecamatan
Laporan yang TribunJatim.com terima, pohon tumbang berjumlah belasan yang terjadi antara lain terjadi di Kecamatan Genteng, Rogojampi, Tegalsari, dan Licin.
Selain angin kencang, cuaca ekstrem juga menyebabkan banjir di Desa Tamansari, Kecamatan Licin pada Rabu malam. Belasan rumah di dua dusun sempat tergenang. Selain itu, empat bangunan juga rusak.
Baca juga: Jadwal Penutupan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk Saat Hari Raya Nyepi 2026, Ditutup Lebih dari Sehari
Banjir tersebut, menurut BPBD, disebabkan oleh saluran air yang tersumbat sampah pohon.
"Hujan intensitas lebat mengguyur wilayah tersebut hingga menyebabkan genangan," kata Partana.
Pada Kamis pagi, warga bersama Tagana dan petugas gabungan membersihkan sisa-sisa dampak bajir di Desa Tamansari. Mereka membersihkan material yang tersisa dari saluran air agar luapan serupa tak terulang.
"Kami bersama-sama membersihkan dampak banjir agar aktivitas warga tak terganggu dan hal serupa tak lagi terjadi," kata Camat Licin Donny Arsilo Sofyan.
angin kencang
pohon tumbang
berita Banyuwangi
BPBD Kabupaten Banyuwangi
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Haji Tulungagung 2026: 6 CJH Wafat Sebelum Berangkat, Dinkes Fokus Pendampingan 365 Jemaah Risti |
|
|---|
| Muktamar ke-35 NU Resmi Digelar 1-5 Agustus 2026, Kiai Sepuh Kumpul di Surabaya Matangkan Persiapan |
|
|---|
| Kebakaran Pasar Baru Tuban Belum Terungkap, Polda Jatim Tunggu Pemeriksaan Labfor |
|
|---|
| Jadi Venue Piala Dunia 2026, Stadion BC Place Kanada Punya Kemampuan Seperti Bunglon |
|
|---|
| Aturan Baru Presiden Prabowo, 13 Perangkat Desa di Sidoarjo Wajib Mundur Jika Maju Pilkades 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/rumah-rusak-di-banyuwangi-dampak-angin-kencang.jpg)