Berkat Pengolahan Sampah Silkular, Sempadan Sungai yang Dulu Jadi Tempat Sampah Kini Bersih & Rapi

Sempadan sungai di Desa Songgon yang dulunya jadi tempat pembuangan sampah oleh warga berubah, kini jadi tertata.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
PILAH - Pekerja memilah sampah di TPS3R Balak di Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. TPS3R itu melayani 73 desa di Banyuwangi. 

Ringkasan Berita:
  • Dampak pengolahan sampah berbasis silkular di wilayah Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, terlihat nyata.
  • Sempadan sungai di Desa Songgon yang dulunya jadi tempat pembuangan sampah oleh warga berubah, kini menjadi tertata, bersih, dan rapi.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pengolahan sampah berbasis silkular di wilayah Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, berdampak nyata bagi lingkungan.

Yang paling terlihat jelas, sempadan sungai di Desa Songgon yang dulunya jadi tempat pembuangan sampah oleh warga berubah, kini menjadi tertata, bersih, dan rapi.

Baca juga: Terdakwa Korupsi Asrama Santri Gresik Gugat Jaksa Agung, Diduga Ada Kesalahan Penyitaan Aset

Sempadan sungai tersebut berada di jalan utama di Dusun Krajan.

Sempadan Sungai Binau dulu berada tepat di pinggir jalan.

Selama puluhan tahun, tumpukan sampah menggunung di sepedan sungai itu.

"Dulu bau sekali. Kalau hujan, bau busuk sampai ke dalam kamar," kata Rini Setyawati, warga yang rumahnya berada persis di seberang sepadan sungai, Kamis (7/5/2026).

Kondisi tersebut sudah berlangsung puluhan tahun.

Rini mengaku, sejak ia lahir dan tinggal di rumahnya itu, sempadan sungai sudah menjadi gunungan sampah.

Warga sudah menganggap tempat tersebut sebagai lokasi pembuangan sampah.

"Di sini dekat dengan Pasar Songgon, dulu semua sampah pasar di buang di sini," kata dia.

Kondisi tersebut berubah 180 derajat setelah Pemkab Banyuwangi membuat program pengolahan sampah silkular dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse and Recycle (TPS3R) di Desa Baluk, Kecamatan Songgon, tahun 2023.

Kepala Desa Songgon, Qoderi mengatakan, sejak TPS3R beroperasi, sebanyak 400 rumah tangga menjadi pelanggan.

Sejak saat itu, banyak warga yang tak lagi membuang sampah sepadan sungai.

Sampah-sampah rumah tangga dari keluarga tersebut diangkut oleh para petugas TPS3R Balak.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved