Harga Solar Nonsubsidi Naik, Nelayan Muncar di Banyuwangi Tetap Melaut Berkat BBM Subsidi
Para nelayan di wilayah perairan Muncar, Kabupaten Banyuwangi tak terdampak kenikan harga solar nonsubsidi.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Status Dampak: Nelayan Muncar aman dari kenaikan harga solar nonsubsidi.
- Jumlah Armada: ±150 unit kapal (Jenis Slerek & Gardan).
- Kapasitas Kapal: Di bawah 30 GT (Syarat mendapatkan BBM subsidi).
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Para nelayan di wilayah perairan Muncar, Kabupaten Banyuwangi tak terdampak kenaikan harga solar nonsubsidi.
Pasalnya, seluruh kapal di perairan tersebut berukuran di bawah 30 gross tonnage (GT).
Selama ini, para nelayan di Muncar menggunakan kapal jenis slerek dan gardan. Jumlahnya sekitar 150 unit. Seluruhnya merupakan kapal yang diperbolehkan untuk memakai solar subsidi.
Baca juga: 51.000 Wisatawan Berlibur di Banyuwangi selama Long Weekend, Argo Wisata Tamansuruh Paling Ramai
Kapal Jenis Slerek dan Gardan Masih Andalkan Subsidi
"Nelayan di Muncar mayoritas masih menggunakan solar subsidi. Hampir semua kapal di bawah 30 GT, jadi masih bisa menggunakan BBM subsidi," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwangi Hasan Basri, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, para nelayan Muncar juga tak mengalami kelangkaan solar subsidi selama ini. Di sekitar pelabuhan perikanan, kata dia, terdapat Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang melayani kebutuhan nelayan.
"Untuk ketersediaan solar bersubsidi aman. Selama ini selalu mencukupi kebutuhan nelayan Muncar," lanjutnya.
Hasan menjelaskan, solar merupakan salah satu kebutuhan operasional utama bagi para nelayan. Para nelayan berharap harga solar subsidi tak naik di tengah harga minyak dunia yang masih tinggi dan meroketnya harga bahan bakar solar nonsubsidi.
Ia menjelaskan, kebutuhan solar bagi nelayan cukup tinggi. Kebutuhan rata-rata untuk sekali meluat sekitar 200 liter. Jumlah tersebut bisa lebih banyak apabila jarak melaut lebih jauh.
Baca juga: Gedhogan Banyuwangi, Dari Alat Penumbuk Padi Jadi Seni Tradisi Pererat Hubungan Antarwarga
Di wilayah perairan Muncar, jarak melaut para nelayan berkisar antara 12 miles.
"Kalau BBM naik, jelas akan berpengaruh terhadap biaya operasional nelayan. Namun, apapun kondisinya, nelayan tetap melaut karena itu sudah menjadi mata pencaharian," ujar dia.
Hasan menjelaskan, para nelayan Muncar baru mulai melaut antara 2-3 hari terakhir setelah malam bulan purnama.
"Karena baru bekerja, nelayan belum tahu bagaimana hasil tangkapan saat ini. Semoga hasilnya bagus," ujar dia.
nelayan
solar nonsubsidi
solar subsidi
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwan
Pelabuhan Muncar
Banyuwangi
TribunJatim.com
| Dari Rujak Soto hingga Sego Tempong, Ini Tujuh Kuliner Ikonik Banyuwangi |
|
|---|
| Maling 5 Ban Bekas Truk di Bengkel Ngaku Iseng di Hadapan Polisi |
|
|---|
| Waspadai Heatstroke, Suhu di Makkah Tembus 40 Derajat, Jemaah Haji Indonesia Mulai Bertumbangan |
|
|---|
| Program Gayatri Bojonegoro Disorot DPRD: Anggaran Rp89 Miliar Diduga Bocor, Penerima Malah Jual Aset |
|
|---|
| Sekali Melaut Habiskan Rp45 Juta, Nelayan Prigi Trenggalek Keluhkan Harga Solar Nonsubsidi Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kapal-kapal-nelayan-terparkir-di-Pelabuhan-Perikanan-Muncar.jpg)