Berita Banyuwangi
Asyik Pesta Miras, Gerombolan Remaja di Banyuwangi Tak Terima Ditegur, Malah Keroyok Satpol PP
Dua anggota Satpol PP Kabupaten Banyuwangi yang bertugas di Pendopo Sabha Swagata Blambangan dikeroyok oleh gerombolan remaja, Minggu
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Dua anggota Satpol PP, AF (32) dan HR (32), dikeroyok oleh sekitar 10 remaja di Pendopo Sabha Swagata Blambangan pada Minggu dini hari setelah menegur mereka yang sedang minum minuman keras.
- Remaja tersebut memukul, menendang, dan melempar korban dengan tong plastik besar. Pengeroyokan berhenti setelah aparat kepolisian dari Taman Sritanjung datang melerai.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI- Dua anggota Satpol PP Kabupaten Banyuwangi yang bertugas di Pendopo Sabha Swagata Blambangan dikeroyok oleh gerombolan remaja, Minggu (15/1/2025) dini hari.
Penyebabnya, anggota Satpol PP tersebut menegur remaja yang minum minuman keras di sisi timur Pendopo.
Kasatpol PP Banyuwangi Yoppie Bayu Irawan menjelaskan, pengeroyokan terjadi sekitar pukul 01.36 WIB di sekitar Pendopo Sabh Swagata Blambangan. Pihaknya telah melaporkan pengeroyokan ke kepolisian.
Dua anggota Satpol PP yang menjadi korban pengeroyokan adalah AF (32) dan HR (32). Menurut Yoppie, keduanya mengalami luka akibat pengeroyokan. Visum juga telah dijalankan oleh keduanya.
"Kami sudah laporkan ke Polsek Banyuwangi Kota," tambah Yoppie.
Baca juga: Ratapan Ayah Mahasiswa Undip Korban Pengeroyokan 30 Orang: Jangan Jualan Nasi Goreng Kayak Bapak
Menurut Yoppie, dua anggota tersebut awalnya tengah berjaga di Pendopo sebelum kejadian. Mereka melihat ada gerombolan remaja yang sedang minum minuman keras di sisi timur Pendopo.
Keduanya menghampiri gerombolan tersebut dan menegur mereka. Saat memeriksa, anggota tersebut menemukan botol miras jenis arak yang dibuang ke salah satu bangunan dekat pendopo.
Tak terima ditegur, gerombolan tersebut justru mengeroyok anggota Satpol PP. Rekaman pengeroyokan beredar menunjukkan keduanya dipukul, ditendang, hingga dilempar dengan tong plastik besar. Pengeroyokan berlangsung beberapa menit hingga ke halaman pendopo.
Pengeroyokan tersebut memancing perhatian warga yang berada di lokasi. Mereka mendekat karena sempat mengira ada maling tertangkap. Ada juga yang datang karena mengira terdapat aksi bagi-bagi menu sahur.
Pengeroyokan baru berhenti setelah aparat kepolisian yang berjaga di Taman Sritanjung, yang berada persis di depan Pendopo, datang ke lokasi. Mereka melerai pengeroyokan.
"Pelakunya pengeroyokan sekitar sepuluh orang. Kami melaporkan ke polisi sebagai bentuk pembinaan karena pengeroyokan ini sudah mengarah pada kriminalitas," sambungnya.
Yoppie menyayangkan aksi pengeroyokan yang dilakukan gerombolan tersebut kepada anggotanya. Ia berharap, pelaporan kasus tersebut kepada aparat berwajib bisa memberi efek jera," ujarnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Pamit Pergi ke Kebun Kelapa, Lansia di Banyuwangi Malah Hilang, Tim SAR Turun Tangan |
|
|---|
| Pedagang Es di Banyuwangi Keluhkan Harga Plastik yang Meroket, Kantong Kresek Nyaris Rp 10 Ribu |
|
|---|
| Bawa Tiga Truk Rokok Ilegal dari Madura, Empat Pria Diciduk di Banyuwangi, Hendak Dikirim ke Bali |
|
|---|
| Bukannya Ibadah, Pria di Banyuwangi Malah Berbuat Dosa di Rumah Bosnya saat Warga Salat Tarawih |
|
|---|
| Antisipasi Kenaikan Konsumsi Minyak Goreng saat Lebaran, Bupati Banyuwangi Klaim Stok di Bulog Cukup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/PENGEROYOKAN-Dua-anggota-Satpol-PP-Kabupaten-Banyuwangi-yang.jpg)