Berita Viral
Terakhir Berbaju Loreng Mirip Tentara, Suwardi Gembala Sapi Hilang di Hutan Baluran
Suwardi pria lansia yang berpuluh tahun menggembala sapi di wilayah Baluran belakangan tak pulang dan tak diketahui keberadaannya.
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Wilayah ini terdiri dari savana luas, hutan lebat, dan medan yang sulit dengan orientasi medan yang membingungkan, sehingga orang mudah tersesat, terutama jika tidak familiar dengan jalur.
Persoalannya, Suwardi sudah lama melakukan pekerjaannya berpuluh tahun sudah hapal kondisi dan medan di tempatnya bekerja itu.
Selain itu, faktor kelelahan, dehidrasi, hingga minimnya penanda arah di dalam hutan juga menjadi penyebab umum hilangnya seseorang.
Dalam banyak kasus, orang yang masuk terlalu jauh tanpa perbekalan atau tanpa pengetahuan navigasi berisiko kehilangan arah dan sulit ditemukan.
Baca juga: Polisi Masih Kejar Pelaku Percobaan Pencurian & Penganiayaan di Pacitan, Tangan Pamuji sampai Babras
Cerita urban mitos
Namun di sisi lain, masyarakat sekitar Baluran juga memiliki berbagai cerita urban dan mitos yang memperkuat kesan “angker” kawasan tersebut.
Salah satu yang cukup dikenal adalah kisah-kisah tentang lokasi tertentu seperti Watu Numpuk, yang diyakini memiliki nilai mistis dan sering dikaitkan dengan keberadaan makhluk halus atau penunggu hutan.
Dalam kepercayaan lokal, hutan Baluran dianggap memiliki “penghuni tak kasat mata” dan orang yang masuk tanpa izin atau tanpa sopan santun tertentu diyakini bisa “disesatkan” atau dibuat tidak menemukan jalan pulang.
Ada pula cerita bahwa beberapa orang yang hilang seolah “dipanggil” atau mengalami kebingungan mendadak, yang dalam perspektif budaya sering diartikan sebagai gangguan makhluk gaib.
Pandangan antropologi
Kajian antropologi menunjukkan bahwa mitos-mitos seperti ini sebenarnya berfungsi sebagai bentuk kearifan lokal untuk menjaga perilaku manusia di hutan.
Kepercayaan tentang tempat angker atau larangan tertentu membuat masyarakat lebih berhati-hati saat memasuki kawasan alam liar, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan kata lain, cerita mistis tidak selalu berdiri sendiri sebagai fakta, tetapi menjadi cara budaya untuk menjelaskan fenomena yang sulit dipahami, seperti orang hilang di alam yang kompleks dan berbahaya.
Secara keseluruhan, fenomena orang hilang di Baluran merupakan kombinasi antara faktor alam yang memang berisiko tinggi dan persepsi budaya yang berkembang di masyarakat.
Cerita mistis memang masih hidup di tengah masyarakat sebagai penjelasan alternatif yang memperkuat citra Baluran sebagai kawasan yang tidak hanya liar secara fisik, tetapi juga sarat makna simbolik dan kepercayaan tradisional.
Berita viral lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
pria berbaju loreng
baju loreng
Kabupaten Situbondo
Hutan Baluran
Baluran
Taman Nasional Baluran
Multiangle
meaningful
berita viral
TribunJatim.com
| 25 Tahun Nabung 40 Suku Emas, Agus Buruh Angkut Malah Kehilangan Rp 604 Juta setelah Utangi Guru SMK |
|
|---|
| Faqih dan Para Supplier Susu MBG Geruduk SPPG Setelah Rugi Rp 141 Juta, BGN Ungkap Faktanya |
|
|---|
| 3 Tahun Hidup Tanpa Ibu, Syifa Gemetar Dijemput Rektor setelah Lolos ITB Jalur SNBP: Terima Kasih |
|
|---|
| Tangis Fafa Menanti Praka Farizal Pulang Selama Setahun Kini Ditinggal Pergi Selamanya: Udah Nunggu |
|
|---|
| Guru MTsN Rugi Rp 40 Juta usai Diajak Ketemu Letkol TNI Gadungan di Warung Makan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Warga-desa-kabupaten-situbondo-akhirnya-ramai-disoroti-karena-hilang-di-Hutan-Baluran.jpg)