Wacana Feeder Kota Malang

DPRD Kota Malang Dorong Transformasi Angkot, Disulap Jadi Feeder dan Angkutan Pelajar

DPRD Kota Malang mendorong transformasi besar-besaran pada transportasi publik, khususnya angkutan kota, agar kembali diminati masyarakat

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Purwanto
TRANS JATIM - Sejumlah warga akan menaiki Bus Trans Jatim Gajayana koridor Malang Raya di Terminal Hamid Rusdi, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (2/5/2026). Pemerintah Kota Malang berencana mengoperasikan feeder di Kota Malang. SURYA/PURWANTO 

Ringkasan Berita:
  • DPRD Kota Malang dorong transformasi angkot jadi feeder dan angkutan pelajar 
  • Skema subsidi Buy The Service (BTS) disiapkan untuk mendukung program 
  • Pembaruan trayek jadi kunci agar transportasi publik kembali diminati

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - DPRD Kota Malang mendorong transformasi besar-besaran pada transportasi publik, khususnya angkutan kota (angkot), agar kembali diminati masyarakat. 

Transportasi publik di Kota Malang harus memberikan kenyamanan dan keamanan. 

Dua hal itu dinilai penting oleh Ketua Komisi C, DPRD Kota Malang, Anas Mutaqin agar masyarakat mau berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Komisi C DPRD Kota Malang telah meminta Pemkot Malang melakukan transformasi layanan angkutan kota agar lebih menarik bagi masyarakat, baik dari sisi kenyamanan maupun sistem pembayaran.

“Yang dinilai masyarakat itu pelayanan. Kalau sepadan (worth it), efektif dan efisien, masyarakat pasti beralih ke transportasi publik,” kata Anas, Minggu (3/5/2026). 

Baca juga: Feeder Trans Jatim di Kota Malang Masih Wacana, Organda Minta Pemkot Segera Bertidak

Angkot Disiapkan Jadi Feeder dan Angkutan Pelajar

Ia menegaskan, tanpa adaptasi, angkutan kota akan semakin tertinggal di tengah persaingan dengan transportasi daring dan kendaraan pribadi.

Saat ini, Komisi C DPRD Kota Malang terus memberikan masukan kepada Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan untuk operasional integrasi kendaraan angkutan penumpang atau feeder. Program ini ditargetkan mulai dieksekusi pada 2026 setelah alokasi anggaran disiapkan.

Anas mengatakan, kendaraan feeder merupakan angkutan kota yang selama ini telah beroperasi. Program tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali angkutan kota (angkot) yang selama ini mulai ditinggalkan masyarakat.

“Program ini sudah kita rencanakan untuk dieksekusi tahun ini. Bahkan anggarannya sudah ada, sekitar Rp 2 miliar untuk subsidi angkutan sekolah yang juga bisa berfungsi sebagai feeder,” ujarnya. 

Satu armada angkot menjalankan dua fungsi sekaligus.

“Bisa jalan bersama. Angkot bisa jadi angkutan pelajar sekaligus feeder. Bedanya, yang pelajar gratis, penumpang umum tetap bayar,” ujar Anas. 

Baca juga: Kota Malang Segera Miliki Feeder Trans Jatim: Bisa Masuk Perumahan dan Terintegrasi Angkutan Pelajar

Gunakan Skema Subsidi BTS

Menurutnya, sistem ini akan mengikuti skema Buy the Service (BTS), di mana pemerintah memberikan subsidi layanan tanpa harus memiliki armada. Untuk merealisasikan hal tersebut, Komisi C telah meminta agar Dinas Perhubungan memperbarui trayek.

Anas menilai, pembaruan trayek menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Pasalnya, jalur angkot yang ada saat ini dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan kota. 

“Trayek kita itu jalur lama puluhan tahun, sementara kota berkembang. Harus ada analisis ulang dan penyesuaian dengan jalur Trans Jatim,” tegasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved