Waspada Umrah Murah, Travel Bodong di Banyuwangi Tipu Belasan Jemaah, Kerugian Capai Setengah Miliar
Calon jemaah travel umrah bodong asal Banyuwangi bercerita soal pengalamannya ditipu.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Tersangka: Kartika IC (Agen) & Ayu Retno MD (Pemilik Travel).
- Modus: Paket murah (Rp23,5 Juta) & konten testimoni palsu di media sosial.
- Total Korban: 11 Jemaah (Data sementara).
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Calon jemaah travel umrah bodong asal Banyuwangi bercerita soal pengalamannya ditipu.
Puluhan juta rupiah uang sudah disetor, namun mereka tak kunjung diberangkatkan ke Tanah Suci.
Ida Setyowati, warga Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi mengatakan, ia bersama keluarga sebanak empat orang mendaftar ke travel umrah abal-abal itu pada 2024.
"Waktu itu orang tua ingin umrah. Lalu dari keponakan tahu ada perusahaan tersebut," kata Ida.
Baca juga: Pecah Kaca Mobil Marak Terjadi di Banyuwangi, Pelaku Terekam CCTV, Tas Diduga Berisi Uang
Tergiur Konten Media Sosial dan Harga Murah
Keponakan Ida mengetahui travel umrah abal-abal itu dari media sosial.
Konten yang ditampilkan travel umrah itu cukup meyakinkan. Di sana sering ditampilkan jemaah yang beribadah di Tanah Suci.
"Saya tertarik karena memang kelihatannya sering memberangkatkan jemaah umrah," kata Ida.
Ida mendaftarkan empat orang ke travel umroh bodong tersebut. Termasuk dirinya dan kedua orang tuanya. Tiap orang menyetor antara Rp 23,5 juta hingga Rp 25 juta.
"Total yang saya bayarkan sekitar Rp 94 juta," katanya.
Ida telah menyetor lunas uang tersebut pada akhir 2024. Awalnya ia, keluarga, dan beberapa jemaah lain dijanjikan berangkat pada Januari 2025.
Merasa ada yang janggal, Ida akhirnya memutuskan untuk melapor ke Polresta Banyuwangi. Hasil penyidikan polisi menunjukkan, perusahaan travel umrah tersebut abal-abal.
Polisi menangkap dua tersangka atas kasus tersebut. Mereka adalah Kartika IC (34) asal Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran dan Ayu Retno MD (33) asal Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan menjelaskan, Kartika berperan sebagai agen lepas dan pencari calon jemaah. Sementara Ayu berperan sebagai pemilik perusahaan agen perjalanan umrah palsu.
"Perusahaan perjalanan yang dimiliki oleh tersangka juga tidak memiliki izin penyelenggara perjalanan ibadah umroh," kata Rofiq.
Baca juga: Marak Pencurian Jeruk di Banyuwangi: Pemuda Dihajar Warga di Gambiran, Karung Jadi Bukti
| Mengenal Jago Anom, Brand Kandang Ayam Bangkok asal Trenggalek yang Banyak Peminatnya |
|
|---|
| Erin Serahkan 14 Bukti CCTV, Bongkar Kelakuan Mantan ART Merokok di Rumah Meski Sudah Ditegur |
|
|---|
| 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Mendikdasmen Siapkan Edukasi Digital di Sekolah |
|
|---|
| Deretan Lima Wisata Alam Favorit di Jombang, Sajikan Panorama Asri dan Spot Foto Spesial |
|
|---|
| Normalisasi Saluran Air, 7 Bangunan Liar di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan Dirobohkan Alat Berat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Korban-travel-umroh-abal-abal.jpg)