Rupiah Melemah ke Rp 16.776 per Dolar AS, Faktor Ketegangan AS-Iran
Untuk perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah diperkirakan fluktuatif namun tetap melemah di kisaran Rp 16.770–Rp 16.800
Ringkasan Berita:
- Rupiah ditutup melemah ke Rp 16.776 per dolar AS pada Rabu sore.
- Faktor eksternal: ketegangan AS–Iran, data manufaktur AS, dan lonjakan PMI ISM.
- Pasar menanti rilis data ketenagakerjaan ADP sebagai sentimen tambahan.
TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Rupiah melemah ke posisi Rp 16.776 per dolar AS padar Rabu, (4/2/2026) sore, turun dari Rp 16.754 sebelumnya.
Untuk perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah diperkirakan fluktuatif namun tetap melemah di kisaran Rp 16.770–Rp 16.800.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.770-16.800," kata Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas itu mengungkap sejumlah faktor dari luar dan dalam negeri yang mempengaruhi pelemahan rupiah pada Rabu sore ini.
Dari luar negeri, pertama adalah ketegangan antara AS dan Iran. Negeri Paman Sam telah menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab.
Baca juga: Mata Uang Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Apa yang Mungkin Akan Terjadi?
Faktor Eksternal
Presiden AS Donald Trump pun mempertimbangkan potensi serangan militer terhadap Iran.
Sementara itu, Iran menuntut agar pembicaraan dengan AS minggu ini berlangsung di Oman, bukan di Turki, dan agar ruang lingkupnya dibatasi hanya pada percakapan dua arah mengenai isu nuklir.
"Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar negosiasi AS-Iran," ujar Ibrahim.
Faktor kedua adalah data manufaktur AS yang membentuk pandangan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) belum akan melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter.
Baca juga: Jepang Jadi Penyumbang Investasi Terbesar Keempat di Jawa Timur, Tembus 5 Miliar Dolar AS
Faktor ketiga adalah Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Institute for Supply Management (ISM) melonjak menjadi 52,6 pada Januari dari 47,9 pada Desember.
Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 48,5, sedangkan PMI Manufaktur Global S&P sedikit meningkat menjadi 52,4 dari 51,9.
"Fokus pasar hari ini adalah laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP, yang dijadwalkan akan dirilis malam nanti pukul 20.15 WIB," ucap Ibrahim.
Faktor Dalam Negeri
Faktor dari dalam negeri adalah Bank Dunia yang menilai Indonesia sulit keluar dari jebakan status negara berpendapatan menengah atau middle income trap.
Menurut Bank Dunia, Indonesia sulit keluar dari middle income trap jika tidak melakukan reformasi struktural yang lebih dalam pada iklim usaha dan investasinya.
Ibrahim menilai, Indonesia sebenarnya telah mencatat kemajuan signifikan dan menunjukkan kinerja ekonomi yang cukup baik.
| Hangatnya Iduladha di Lapas Tuban, Petugas dan Warga Binaan Nyate Bareng untuk Pererat Kekeluargaan |
|
|---|
| Drone Hizbullah Bikin Zionis Israel Ciut Nyali, Ternyata Punya Kemampuan Mengerikan |
|
|---|
| Minim Lahan, 14 Kelurahan Tulungagung Belum Miliki Koperasi Merah Putih: Terkendala Syarat 600 Meter |
|
|---|
| Sosok Peneliti Diduga Palsukan Hasil Riset Demi Jalan-jalan Gratis ke Luar Negeri |
|
|---|
| Kalapas Bantah soal Pria Bebas Pakai HP di Lapas dengan Bayar Rp3 Juta, Soroti Kamar Hunian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Dollar-mata-uang-rupiah-dan-dolar-Amerika-Serikat-di-tempat-penukaran-uang-asing-Bank-indonesia.jpg)