Berita Blitar
Harga Plastik Terus Meroket, Disperindag Kota Blitar Minta Masyarakat Diet Plastik
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar berharap kenaikan harga plastik menjadi momentum percepatan program diet plastik
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Januar
Ringkasan Berita:
- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar mencatat harga plastik di Kota Blitar naik 50–80 persen pasca Lebaran 2026, terutama kantong kresek yang melonjak signifikan.
- Pemerintah mendorong kenaikan ini sebagai momentum mempercepat program “diet plastik”, sesuai Perwali No. 21 Tahun 2023 tentang pembatasan plastik sekali pakai.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar berharap kenaikan harga plastik menjadi momentum percepatan program diet plastik di Kota Blitar.
Saat ini, harga plastik di Kota Blitar naik kisaran 50 persen sampai 80 persen pada April 2026.
"Pasca Lebaran, harga plastik memang naik tinggi, tidak hanya di Kota Blitar, tapi juga di daerah lain. Di Kota Blitar kenaikan harga plastik kisaran 50 persen sampai 80 persen," kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, Sabtu (18/4/2026).
Parminto mengatakan, kantung plastik kresek kiloan yang sebelum Lebaran harganya 28.000, sekarang naik menjadi Rp 58.000.
Harga twin wall atau kotak plastik bening untuk tempat jajan rata-rata naik Rp 1.000 per 10 pack. Harga gelas plastik juga naik rata-rata Rp 1.5000 per 50 biji.
Baca juga: Harga Plastik Melambung, Perajin Besek Bambu Banyuwangi Kebanjiran Pesanan
"Kenaikan paling tinggi pada kantung plastik kresek. Harga kertas dan tisue juga naik sekitar Rp 5.000-Rp 9.000," ujarnya.
Dikatakannya, karena bahan dasarnya impor, kenaikan harga plastik menjadi dan domain kewenangan pemerintah pusat.
Pemerintah daerah lebih mengimbau pada pembatasan penggunaan plastik.
Kebetulan, kata Parminto, Kota Blitar sudah memiliki Perwali Nomor 21 Tahun 2023 tentang Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai.
Perwali itu menjadi program inovasi diet plastik di Kota Blitar.
Dengan program itu, diharapkan pedagang bisa menggunakan bahan nonplastik untuk membungkus barang dagangannya.
Termasuk, para pembeli ketika mau belanja diimbau membawa tas/wadah belanjaan nonplastik.
"Harapannya, masyarakat Kota Blitar tidak tergantung dengan plastik. Ini bisa menjadi momentum untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di Kota Blitar," katanya.
Rita, pedagang di Kepanjenkidul, Kota Blitar mengatakan, kenaikan harga barang berbahan plastik memang sangat tinggi.
Ia mencontohkan, gelas plastik yang semula harga Rp 7.000 per 50 biji, sekarang naik menjadi Rp 13.500 per 50 biji.
"Kenaikan harga gelas plastik lumayan tinggi. Saya, seminggu minimal butuh 100 biji gelas plastik. Belum harga kantung plastik kresek juga naik," katanya.
Dikatakannya, harga kertas bungkus makanan juga mulai naik. Harga kertas bungkus yang sebelumnya Rp 15.000 per 100 lembar, sekarang naik menjadi Rp 18.000 per 100 lembar.
"Biaya operasional jualan jadi ikut naik, padahal harga jual makanan dan minum belum saya naikkan," ujarnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Blitar Dilanda Longsor di 2 Titik saat Penghujung Musim Hujan, BPBD: Warga Harus Waspada |
|
|---|
| Longsor di Jembatan Jalan CR Sukandar Blitar Bertambah Parah, Warga sampai Resah |
|
|---|
| Sering Incar Motor yang Diparkir di Sawah, 2 Maling di Blitar Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Satu Keluarga Asal Blitar yang Tewas Kecelakaan di Probolinggo Ternyata Baru Pulang dari Banyuwangi |
|
|---|
| Merananya Produsen Kerupuk di Blitar saat Harga Plastik Meroket, Terpaksa Kurangi Isi Kemasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/HARGA-PLASTIK-NAIK-Pedagang-menggunakan-gelas-plastik-untuk-wadah-es.jpg)