Berita Bliar
Harga Plastik Meroket, Perajin Anyaman di Blitar Berharap Bisa Panen Rezeki
Sudah hampir 6 tahun, Hesti Retno Satuti (37), ibu rumah tangga asal Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Januar
"Saya selalu berinovasi membuat bermacam perabotan dapur dan rumah tangga dari anyaman bambu agar bisa bertahan," katanya.
Menurut Hesti, perajin perabotan dapur tradisional dari anyaman bambu memang harus terus berinovasi agar tidak kalah dengan produk pabrikan.
Perajin perabotan dapur tradisional anyaman bambu harus mengikuti tren dan permintaan pasar agar usahanya tidak mati.
Selain itu, dengan berinovasi juga dapat meningkatkan harga jual kerajinan perabotan dapur dan perabotan rumah tangga berbahan anyaman bambu.
"Dulu, di desa saya ini banyak perajin anyaman bambu. Tapi, mayoritas hanya membuat tompo atau bakul tempat nasi. Akhirnya, banyak yang berhenti tidak bertahan," ujarnya.
Hesti bersyukur usahanya masih bertahan sampai sekarang meski tidak terlalu besar.
Hampir setiap hari, ia memproduksi bermacam perabotan dapur pesanan dari pelanggan.
Dalam sebulan, ia masih bisa memproduksi minimal 500 unit bermacam kerajinan perabotan dapur pesanan dari pelanggan.
Pesanan paling banyak, yaitu, tas belanja dan besek untuk tempat jajan maupun nasi.
Di momen tertentu, seperti saat menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, pesanan besek lumayan banyak untuk acara selamatan.
Ia menjual kerajinan perabotan dapur tradisional anyaman bambu dengan harga paling murah mulai Rp 3.500 per biji hingga harga paling mahal ratusan ribu.
"Rata-rata omzet minimal per bulan sekitar Rp 2 juta. Kalau pesanan pas ramai omzet bisa sampai Rp 8 juta per bulan. Hasilnya sudah lumayan untuk ekonomi keluarga," katanya.
Hesti berharap, di tengah harga plastik mahal seperti sekarang ini, pesanan kerajinan perabotan dapur tradisional anyaman bambu bisa meningkat.
Dengan begitu, ekonomi perajin perabotan dapur tradisional berbahan anyaman bambu bisa ikut naik.
"Sekarang pesanan masih normal, belum ada peningkatan. Mungkin nanti pesanan yang ramai tas belanja, karena harga tas kresek mahal," ujarnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/KERAJINAN-ANYAMAN-BAMBU-Hesti-Retno-Satuti-37-sedang-mengerjakan.jpg)