Polemik Nama Baru Masjid Wisata Religi Bojonegoro, Pemkab: Belum Diputuskan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akhirnya memberikan penjelasan terkait polemik penamaan Masjid Wisata Religi di Bojonegoro, Jatim

Tayang:
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa
MASJID WISATA RELIGI - Penampakan nama baru Masjid Wisata Religi yang belakangan menjadi polemik. Pemkab Bojonegoro menegaskan belum ada nama resmi. 

 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Bojonegoro menegaskan bahwa masjid di Margomulyo belum memiliki nama resmi dan secara administrasi masih memakai nama pada dokumen tender, yaitu Masjid Wisata Religi.
  • Nama An-Nahda maupun Samin Baitul Muttaqqin yang sudah terpasang belum pernah ditetapkan secara formal, sehingga belum dianggap sebagai nama final.
  • Pemasangan nama baru memicu penolakan dari DPRD Bojonegoro

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Misbahul Munir

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akhirnya memberikan penjelasan terkait polemik penamaan Masjid Wisata Religi di Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Masjid yang sebelumnya dikenal masyarakat dengan sebutan Masjid An-Nahdha itu kembali viral setelah muncul papan nama baru bertuliskan Masjid Samin Baitul Muttaqqin di depan pintu masuk. Pergantian nama tersebut memicu kebingungan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKP Cipta Karya) Bojonegoro, Satito Hadi, menyampaikan bahwa secara administrasi, masjid tersebut belum memiliki nama resmi.

“Sampai hari ini belum diputuskan nama resminya. Secara legal masih menggunakan nama tender, yaitu Wisata Religi,” ujar Tito, Selasa (2/12/2025).

Bahkan, ungkap Satito, pengelolaan masjid tersebut hingga kini belum diserahterimakan ke bagian Kesra maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Perguruan Tinggi Bojonegoro Dibuka, Tersedia 4 Kategori

"Pembahasan soal pengelolaan juga masih berjalan," bebernya.

Dalam prosesnya, lanjut Satito ada dua opsi pengelolaan yang sedang dikaji. Pertama, tetap menjadi bagian destinasi wisata yang nantinya dibawah Disbudpar, atau opsi kedua berada di bawah pengelolaan Bagian Kesra sebagai fasilitas ibadah umum.

Meski telah difungsikan, Satito menyebut masih ada fasilitas yang perlu diperbaiki dan dilengkapi, mulai dari lampu hingga beberapa kerusakan teknis.

"Untuk sementara, perawatan masih ditangani oleh dinas teknis," jelasnya.

Dilain sisi, Kepala Bagian Kesra Setda Bojonegoro, Eko Edy Isnaryanto, membenarkan bahwa nama telah terpasang nama Masjid Samin Baitul Muttaqqin di bagian depan Masjid tersebut. Namun, demikian nama tersebut bukan merupakan nama final.

Memang kata Eko, sebelumnya, masjid wisata religi itu sempat viral dengan nama Masjid An Nahda. Tapi, nama tersebut juga belum pernah ditetapkan secara formal.

“Itu nama pertama yang muncul di papan. Belum ada penetapan, jadi tidak ada istilah pergantian nama karena peresmian nama juga belum dilakukan,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved