Berita Bojonegoro

Banjir Pekalongan Sengsarakan 450 Penumpang di Stasiun Bojonegoro, Perjalanan Kereta Api Dibatalkan

Banjir yang merendam jalur kereta api di lintas utara Jawa, tepatnya di wilayah Pekalongan berdampak pada perjalanan kereta api.

Tayang:
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Misbahul Munir
PERJALANAN KERETA API - Suasana aktifitas di Stasiun Bojonegoro, tampak sejumlah penumpang menunggu kedatangan kereta api. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir di jalur kereta api lintas utara Jawa wilayah Pekalongan menyebabkan PT KAI melakukan rekayasa perjalanan dan pembatalan sejumlah KA jarak jauh demi keselamatan penumpang.
  • Dampak gangguan terasa hingga Stasiun Bojonegoro, di mana tercatat 450 penumpang membatalkan perjalanan sejak Jumat hingga Senin (19/1/2026), termasuk pembatalan KA Sembrani Tambahan dan KA Ambarawa Ekspres.
  • KAI melakukan pengaturan ulang rangkaian serta percepatan pemulihan jalur, sekaligus memberikan refund 100 persen

 

Laporan Wartawan Tribunjatim Network Misbahul Munir


TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO-Banjir yang merendam jalur kereta api di lintas utara Jawa, tepatnya di wilayah Pekalongan berdampak pada perjalanan kereta api.

Hal ini membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya terpaksa melakukan rekayasa dan membatalkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh akibat dampak banjir yang sebelumnya menutup jalur rel di lintas utara.

Tercatat sejak jum'at hingga senin (19/1/2026). ada sebanyak 450 penumpang membatalkan perjalanan kereta api di Stasiun Bojonegoro.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional yang diambil perusahaan.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Butuh Rp2,3 Triliun untuk Tangani Banjir Selama 4 Tahun

“Penyesuaian perjalanan KA ini merupakan langkah antisipatif untuk mengutamakan keselamatan penumpang, mengingat kondisi jalur rel di lintas utara masih belum dapat dilalui dengan kecepatan normal,” ujar Mahendro.

Dampak gangguan tersebut terasa hingga ke wilayah Daop 8 Surabaya, termasuk di Stasiun Bojonegoro.

Sejumlah keberangkatan dari stasiun ini terpaksa dibatalkan karena rangkaian kereta harus menunggu kedatangan dari perjalanan sebelumnya guna memastikan kesiapan sarana dan standar keselamatan terpenuhi.

Akibatnya, ratusan calon penumpang memilih membatalkan perjalanan. Data KAI mencatat, total 450 penumpang di Stasiun Bojonegoro melakukan pembatalan tiket imbas gangguan perjalanan tersebut.

Adapun dua perjalanan kereta api yang dibatalkan dari Stasiun Bojonegoro, yakni KA Sembrani Tambahan (7003A) relasi Surabaya Pasarturi–Gambir yang dijadwalkan berangkat pukul 06.54 WIB, serta KA Ambarawa Ekspres (263) relasi Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol yang seharusnya berangkat pukul 07.49 WIB.

Selain pembatalan, KAI juga menerapkan rekayasa rangkaian berupa pengaturan ulang sarana, perubahan formasi kereta, hingga optimalisasi penggunaan kereta cadangan.

Langkah ini, kata Mahendro dilakukan untuk menjaga layanan pada perjalanan yang masih dapat dioperasikan sekaligus mempercepat proses normalisasi perjalanan kereta api.

Selain itu, KAI juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat pemulihan jalur rel, termasuk melakukan pemeriksaan intensif terhadap sarana dan prasarana, pembersihan lintasan, serta memastikan keamanan jalur sebelum kecepatan operasional kembali normal.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan kemudahan layanan bagi penumpang terdampak berupa pengembalian bea tiket secara penuh atau penjadwalan ulang perjalanan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved