Tembok Pelindung Sungai Bengawan Solo Senilai Rp 40 Miliar Hancur, Bertahan hanya Setahun

Proyek pengamanan tebing yang menelan anggaran sekitar Rp 40 miliar dari APBD Bojonegoro Tahun 2024 itu baru rampung dikerjakan ulang pada 2025.

Tayang:
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Misbahul Munir
AMBROL - Kondisi tembok pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Bangunan penahan tebing tampak amblas ke aliran sungai. Menyisakan puing-puing tiang beton terlihat patah di permukaan, sementara cekungan besar menganga di lokasi kejadian. 

Ringkasan Berita:
  1. Tembok pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Baureno, Bojonegoro, kembali ambrol.
  2. Proyek pengamanan tebing bernilai sekitar Rp40 miliar dari APBD Bojonegoro 2024.
  3. Proyek tersebut baru selesai dikerjakan ulang pada tahun 2025.

 

Laporan Wartawan Tribunjatim Network Misbahul Munir

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Proyek pengamanan tebing Sungai Bengawan Solo yang menelan anggaran senilai Rp 40 miliar kembali ambrol.

Hancurnya tembok tersebut terjadi hanya dalam waktu satu tahun.

Tembok itu terletak di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Padahal, proyek pengamanan tebing yang menelan anggaran sekitar Rp 40 miliar dari APBD Bojonegoro Tahun 2024 itu baru rampung dikerjakan ulang pada 2025.

Baca juga: Gedung Sekolah Berpotensi Ambruk, DPRD Bojonegoro Merekomendasikan Pemkab untuk Bangun Ulang

Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa yang mengalir dari wilayah Wonogiri, Jawa Tengah, hingga bermuara di Gresik, Jawa Timur.

Sungai ini memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sejak masa lampau, terutama sebagai sumber air, sarana pertanian, dan jalur transportasi tradisional.

Pantauan di lokasi menunjukkan, ambrolnya bangunan penahan tebing terjadi di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno.

Panjang bangunan tembok penahan tebing yang runtuh diperkirakan mencapai sekitar 40 meter dan berada persis di samping permukiman warga bantaran Bengawan Solo.

Bangunan penahan tebing tampak amblas ke aliran sungai.

Menyisakan puing-puing tiang beton terlihat patah di permukaan, sementara cekungan besar menganga di lokasi kejadian.

Selain itu, tumpukan kawat bronjong juga tampak berserakan.

Tidak ada aktivitas perbaikan maupun hal berarti dilokasi.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga karena berpotensi mengancam rumah-rumah yang berada tak jauh dari bibir sungai.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved