Optimalkan Waduk Gongseng, PDAM Bojonegoro Targetkan 8.000 Sambungan Rumah pada 2026

PDAM Tirta Buana Bojonegoro mengoptimalkan Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang sebagai sumber air baku untuk memperluas layanan air bersih

Tayang:
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Misbahul Munir
LAYANAN AIR BERSIH - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Buana Bojonegoro terus mengoptimalkan Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang sebagai sumber air baku untuk memperluas layanan air bersih, khususnya ke wilayah selatan Bojonegoro. 

 

Ringkasan Berita:
  • PDAM Tirta Buana Bojonegoro mengoptimalkan Waduk Gongseng sebagai sumber air baku untuk memperluas layanan air bersih, dengan target mencapai 8.000 sambungan rumah pada 2026.
  • Perluasan layanan difokuskan ke wilayah selatan, timur, dan barat Bojonegoro, sekaligus sebagai langkah antisipasi menghadapi kekeringan saat musim kemarau.
  • Hingga awal Februari 2026, sekitar 600 sambungan rumah telah terpasang, didukung pembangunan jaringan pipa bertahap

Laporan Wartawan Tribunjatim Network Misbahul Munir

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Buana Bojonegoro terus mengoptimalkan Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang sebagai sumber air baku untuk memperluas layanan air bersih, khususnya ke wilayah selatan Bojonegoro.

Optimalisasi waduk tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan cakupan layanan hingga 8.000 sambungan rumah (SR) pada 2026. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi PDAM dalam menjaga kontinuitas pasokan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Direktur PDAM Tirta Buana Bojonegoro, M Khairul Anwar, mengatakan pengembangan jaringan air bersih saat ini difokuskan pada optimalisasi sumber air Waduk Gongseng yang dinilai masih mencukupi untuk menopang perluasan layanan melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Desa Wedoro Kecamatan Sugihwaras.

"Sumber air dari Waduk Gongseng masih sangat memungkinkan untuk mendukung perluasan jaringan. Target kami pada 2026 bisa mencapai 8.000 sambungan rumah,” ujar Khairul, rabu (4/2/2026).

Perluasan layanan tersebut menyasar sejumlah kecamatan di wilayah selatan dan timur, seperti Sugihwaras, Kepohbaru, Kedungadem, Sumberejo, hingga kawasan barat Bojonegoro, termasuk Kecamatan Ngambon.

Baca juga: Warga Lamongan Resah, Pencurian Meteran Air PDAM Marak di Kecamatan Sukodadi

PDAM memastikan Waduk Gongseng menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlanjutan pasokan air bersih ke wilayah-wilayah tersebut.

Selain untuk ekspansi layanan, optimalisasi waduk juga disiapkan sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau.

Untuk mendukung distribusi air dari Waduk Gongseng, PDAM secara bertahap membangun jaringan pipa menggunakan investasi internal perusahaan.

Hingga kini, sekitar lima kilometer jaringan pipa telah terpasang di wilayah Kedungadem, Kepohbaru, dan Sumberejo Kidul, membuka akses layanan ke kawasan yang sebelumnya belum terjangkau.

“Per awal Februari, sambungan rumah yang sudah terpasang sekitar 600 SR,” kata Khairul.

Baca juga: 5 Kandidat Berebut Kursi Dirut PDAM Surabaya, Masuki Tahap Ujian Tertulis Hingga Presentasi

Tak hanya melayani pelanggan langsung, PDAM juga memanfaatkan jaringan pipa tersebut untuk menyuplai air baku ke sejumlah desa melalui kerja sama dengan pengelola pam desa.

Ada tiga desa yang sudah menjalin kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) diantaranya Desa Mojosari, Kepohbaru, dan Cengkir.

“Untuk Mojosari hampir 300 pelanggan, Cengkir sekitar 100 pelanggan, dan Kepohbaru sudah terakses sejak Desember,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved