Kapolres Gresik Sambangi Pura Jelang Nyepi dan Takbiran, Tegaskan Pentingnya Toleransi

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan silaturahmi ke Pura Kerta Bumi di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
PERKUAT KERUKUNAN BERAGAMA - Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat mengunjungi Pura Kerta Bumi di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Selasa (10/3/2026) malam 
Ringkasan Berita:
  • Kapolres Gresik melakukan silaturahmi ke Pura Kerta Bumi di Menganti menjelang Hari Raya Nyepi.
  • Kunjungan ini untuk menjaga kerukunan karena Nyepi berpotensi berdekatan dengan malam takbiran Idulfitri.
  • Pawai ogoh-ogoh di Desa Pengalangan dijadwalkan digelar setelah salat tarawih agar tidak mengganggu umat Muslim.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan silaturahmi ke Pura Kerta Bumi di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Selasa (10/3/2026) malam menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang berpotensi berdekatan dengan malam takbiran Idulfitri,.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempererat hubungan dengan umat Hindu sekaligus memastikan situasi keamanan dan kerukunan antarumat beragama tetap kondusif di Kabupaten Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengapresiasi sikap toleransi dan kedewasaan masyarakat Pengalangan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Menurutnya, keberagaman yang ada di wilayah tersebut selama ini berjalan dengan baik karena adanya saling pengertian dan komitmen bersama untuk menjaga keamanan.

Baca juga: Jadwal Penutupan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk Saat Hari Raya Nyepi 2026, Ditutup Lebih dari Sehari

Kapolres Apresiasi Toleransi Warga

“Saya yakin dan percaya warga Desa Pengalangan tidak akan terjadi gesekan, karena dari tahun ke tahun wilayah ini selalu kondusif. Kehadiran kami di sini juga sebagai bentuk silaturahmi sekaligus memastikan situasi tetap aman,” ujarnya.

Kapolres juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama agar terus menjaga kerukunan, baik di internal umat beragama maupun antarumat beragama.

Ia menambahkan bahwa pada 18 Maret mendatang umat Hindu di wilayah Menganti akan menggelar pawai ogoh-ogoh yang dijadwalkan mulai sekitar pukul 20.00 WIB. Oleh karena itu, sinergi dan komunikasi antar umat beragama menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan tertib.

Baca juga: Kelakuan Polisi Mabuk Santai Berkeliaran saat Nyepi sampai Ditegur Pecalang, Kapolres Minta Maaf

“Mari kita bersama-sama menikmati keberagaman ini dengan saling menghormati keyakinan masing-masing. Kami berharap para tokoh masyarakat dapat terus menjaga situasi tetap aman dan kondusif, baik di Menganti maupun di Kabupaten Gresik secara keseluruhan,” pungkasnya.

Warga Tegaskan Kerukunan Terjaga

Wongso Negoro menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Polres Gresik yang terus menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat lintas agama.

Ia menegaskan bahwa selama ini kehidupan masyarakat di Desa Pengalangan berlangsung harmonis dan penuh toleransi antarumat beragama.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Gresik yang berkesempatan hadir di pura dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi. Selama ini tidak pernah ada permasalahan, karena masyarakat selalu saling menghormati dan berkolaborasi dengan umat Muslim, tokoh masyarakat, serta tokoh agama dalam setiap kegiatan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Pengalangan Satiman juga menyampaikan informasi terkait pelaksanaan tradisi ogoh-ogoh menjelang Nyepi. Berdasarkan hasil musyawarah bersama, pawai ogoh-ogoh akan dilaksanakan setelah ibadah tarawih agar tidak mengganggu aktivitas ibadah umat Muslim.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Gresik didampingi sejumlah pejabat utama Polres Gresik, di antaranya Kasat Intelkam, Kasatreskrim, Kapolsek Menganti, serta jajaran perwira lainnya. Sementara dari pihak Pura Kerta Bumi hadir Ketua PHDI Desa Pengalangan Satiman, anggota DPRD Kabupaten Gresik Wongso Negoro, pengurus pura, pemangku, serta warga setempat.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved