Warga Desa Purworejo Ponorogo Mendadak Jadi Jutawan Bila Panen Tembakau

Warga Desa Purworejo Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jatim mendadak jadi jutawan bila panen tembakau

TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum
PANEN TEMBAKAU -  Didik Subagio, satu di antara petani tembakau sekaligus Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jatim saat menjemur tembakau. Warga Purworejo mendadak jutawan saat panen tembakau. 

Poin Penting : 

  • Warga Desa Purworejo Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jatim mendadak jadi jutawan bila panen tembakau
  • Petani tembakau disana bisa raup untung hingga puluhan juta rupiah
  • Satu kali masa panen 40 sampai 45 kilogram

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Lahan pertanian di Desa Purworejo, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jatim mendadak ramai dibanding biasanya, Selasa (16/9/2025).

Padahal, matahari baru saja muncul. Para petani menggunakan topi hingga masker dan sarung tangan. Pun sepatu boot terpasang di kaki mereka.

Mata dimanjakan dengan tanaman tembakau jenis virgin terlihat menghijau. Juga daun tembakau virgin yang semakin tinggi.

Langkah mereka lebih tegap masuk ke lahan pertanian. Senyum mereka juga lebih merekah dibanding sebelumnya.

Bagaimana tidak, masa panen tembakau ini dimulai. Setelah mulai musim tanam April dan menanam pada Juni. Saat ini masuk masa panen.

Baca juga: Melihat Sentra Tembakau di Desa Purworejo Ponorogo, Dijaga hingga Turun-temurun

Satu diantara petani tembakau, Alif Hidayat mulai memanen tembakaunya. Dengan telaten memetik daun-daun di tanaman tembakaunya.

Setelah itu, Alif membawanya ke rumahnya. Pasca itu, tembakau ditata. Selang 3 hari, baru dirajang dan kemudian dikeringkan baru dijual ke pihak ketiga.

“Mulai panen ini. Alhamdulillah kalau selesai panen nantinya bisa beli macam-macam, mobil maupun motor kalau diperlukan,” ungkap satu diantara petani tembakau di Desa Purworejo, Alif Hidayat, Selasa (16/9/2025).

Alif menjelaskan bahwa panen tembakau saat ini adalah daun ke tiga. Dia mempunyai 7 kotak lahan yang ditanam tembakau.

“Ini metik daun ke tiga. Dalam sekali petik di satu pohon itu metiknya 3 daun. Satu kali masa panen 40 sampai 45 kilogram. Kerjasama dengan pihak ketiga,” urainya.

Sehingga, jelas dia, ketika panen raya tidak bingung mencari konsumen. Lantaran sudah ada yang menerima.

Baca juga: 150 Kg Tembakau Kehujanan saat Dijemur, Petani di Bondowoso Pasrah Merugi: Paling Laku Rp15 Ribu

“Kalau cuaca bagus, tembakau dihargai Rp 35 per kilogram. Dalam satu masa panen bisa mendapat Rp 25 juta dikurangi biaya produksi Rp 5 juta. Penghasilan yang saya sebutkan tadi minimal ya,” ucapnya.

Alif mengaku tidak hanya mempunyai lahan di Desa Purworejo. Namun juga berani menyewa lahan di luar Desa Purworejo, karena memang penghasilannya yang menjanjikan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved