Breaking News

Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk

Sosok NA Tangan Kirinya Diamputasi Demi Keluar dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, 'Takdir Allah'

Detik-detik NA selamat dari runtuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur. Terpaksa tangan kiri diamputasi.

Editor: Hefty Suud
Tribun Jatim Network/M Taufik
PONPES AL KHOZINY ROBOH - Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo masih berusaha melakukan evakuasi di area bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur yang roboh, Senin (29/9/2025) sore. Detik-detik penyelamatan NA yang tangan kirinya harus diamputasi mengharukan. 

TRIBUNJATIM.COM - Nasib korban robohnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur hingga kini menjadi perhatian banyak pihak. 

Pondok Pesantren yang sudah berdiri satu abad atau 100 tahun ini ambruk pada Senin (29/9/2025) sekira pukul 15.00 WIB. 

Menurut laporan awak Tribun Jatim di lapangan, upaya evakuasi terhadap para korban ambruknya Ponpes Al Khoziny terus berlangsung hingga Rabu (1/10/2025). 

Sedikitnya ada sekira 15 titik korban terdeteksi di bawah reruntuhan gedung tiga lantai itu. 

Dari 15 titik itu, jumlahnya ditaksir bisa mencapai sekira 91 orang. Namun, Tim SAR belum berani memastikan jumlah pasti korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan. 

Sosok NA, salah satu korban selamat. 

Namun NA terpaksa harus kehilangan satu tangannya agar bisa keluar dari reruntuhan. 

Tangan kiri santri NA harus diamputasi di tempat, Senin (29/9/2025), karena tertimpa reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny.

Detik-detik penyelamatan NA pun jadi sorotan. 

Baca juga: Sejarah Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 100 Tahun Berdiri Kini Ambruk, Gus Yahya Panjatkan Doa Bersama

Direktur Utama RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Atok Irawan, mengungkapkan NA dibius di tempat sebelum tangan kirinya diamputasi.

Setelahnya, NA dievakuasi dalam keadaan luka amputasinya terbuka.

Luka amputasi NA baru ditutup ketika tiba di RSUD RT Notopuro Sidoarjo.

"Jadi tetap pertolongan dibius di sana, kemudian juga luka dibiarkan terbuka. Lukanya ditutup, cuma akhirnya dilakukan pembersihan lagi, dijahit ulang sampai pukul 1.30 WIB dini hari ini," jelas Atok, Selasa (30/9/2025), dilansir SuryaMalang.com.

Lebih lanjut, Atok mengungkapkan pihak keluarga NA sempat tak terima tangan kiri anaknya akan diamputasi.

Baca juga: Sugianto Ungkap Anaknya Minta Pulang sebelum Tertimbun Bangunan Ponpes Al-Khoziny: Kami Pasrahkan

Bahkan, menurut Atok, pihak keluarga sempat menanyakan siapa yang memberi izin untuk mengamputasi tangan NA.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved