Program Taskintul Bupati Ponorogo Kang Giri Contohkan Ketahanan Pangan, Bikin Ternak di Lahan Kecil

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mempunyai cara sendiri dalam hal ketahanan pangan untuk warga Bumi Reog.

Tayang:
TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum
KETAHANAN PANGAN - Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat panen telur di pekarangan rumah dinas, Jalan Alun-Alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim, Selasa (21/10/2025). Kang Giri punya cara ketahanan pangan bernama Taskintul 

Poin Penting : 

  • Bupati Sugiri Sancoko mempraktikkan ketahanan pangan dengan beternak ayam di rumah dinasnya
  • Program Taskintul memberikan bantuan 40–50 ekor ayam petelur per keluarga miskin
  • Program ini terbukti membantu warga menghadapi lonjakan harga telur

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Ketahanan pangan dicontohkan langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mempunyai cara sendiri dalam hal ketahanan pangan untuk warga Bumi Reog.

Dimana orang nomor satu di Ponorogo memanfaatkan pekarangan rumah dinasnya di Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Ponorogo Kota, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Di pekarangannya ada kandang ayam petelur. Kemudian juga menanaminya sayur mayur seperti kangkung, sawi maupun cabai rawit.

“Sekarang kalau mau telur tidak perlu beli. Tinggal ambil di belakang. Apalagi sekarang telur katanya harganya melonjak,” ungkap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko sambil mengambil telur di dalam kandang miliknya.

Baca juga: PMI Diduga Ditahan di Hongkong Karena Jual Kartu ATM, Disnaker Ponorogo Telusuri Identitas

Kang Giri—sapaan akrab—Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menjelaskan bahwa dirinya sebagai contoh. Sehingga membuat kandang ayam petelur kemudian mempraktikkannya.

Dia membuat program bernama Taskintul (Program Kemiskinan Yang Betul). Dia mengatakan bantuan ayam petelur ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kabupaten ponorogo untuk menjaga ketahanan pangan dan memenuhi gizi keluarga serta pengurangan angka kemiskinan.

“Apalagi taskintul tidak membutuhkan lahan yang luas untuk memelihara ayam. Saya mencoba membuat ternak kecil yang di belakang rumah yang diisi setiap kotak 25 ekor 25 ekor ini bisa dilakukan oleh siapa saja,” tegasnya.

Setiap hari, jelas dia, bisa memanen telur hingga puluhan butir telur. Dan menurutnya program taskintul merupakan jawaban dari ketahanan pangan.

“Harga telur saat ini mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Kalau sudah punya sendiri tidak perlu beli. Malah bisa dijual,” tambahnya.

“Di mana rumah tangga mampu menyelesaikan problematika pangan di rumah masing-masing. Gizinya terjaga barangnya ada bisa dikelola oleh siapapun dan mudah dan ini murah,” tambahnya.

Baca juga: Senyum Ratusan Tukang Becak Merekah saat Dapat Bantuan Sembako dari Polres Ponorogo

Penerima bantuan ayam petelur juga diuntungkan. Lantaran mereka mendapat bantuan 50 ekor ayam petelur. Selain dikonsumsi sendiri untuk menambah gizi, telur hasil panen bisa dijual dengan harga sesuai pasar.

Dimana setiap kk mendapat 40 hingga 50 ekor ayam petelur. Termasuk subsidi pakan/ sejak dua bulan lalu. Kini, di tengah tingginya harga telur di pasaran, sejumlah warga miskin penerima manfaat merasakan betul dampak dari bantuan pemerintah daerah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved