Thetek Melek, Tradisi Turun-Temurun di Pacitan Jaga Harmoni dengan Alam serta Mengusir Pagebluk
Ritual adat Thetek Melek yang digelar setahun sekali ini mempertemukan warga, seniman, dan pemimpin daerah dalam satu prosesi sakral
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Ritual adat Thetek Melek digelar di sawah Desa Sukoharjo, Pacitan, sebagai doa dan ekspresi seni.
- Tradisi turun-temurun ini diyakini menjaga harmoni manusia dan alam serta mengusir pagebluk.
- Gelaran tahun ini dilengkapi festival budaya, jagong tani, melukis seribu bongkok, dan pasar UMKM.
Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PACITAN - Hamparan sawah Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jatim kembali menjadi ruang doa dan ekspresi seni.
Ritual adat Thetek Melek yang digelar setahun sekali ini mempertemukan warga, seniman, dan pemimpin daerah dalam satu prosesi sakral.
Sambil membawa opyak-opyakan hama rombongan warga tersebut menaruh tumpeng.
Diiringi tetabuhan unik muncul serombongan warga lain dipimpin Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji melewati pematang sawah sambil membawa bongkok (pelepah Kelapa) bolong.
Baca juga: Hari Ibu 2025, Bupati Pacitan Indrata Tegaskan Komitmen Pemberdayaan Perempuan
Prosesi Sakral
Bongkok bolong tersebut selanjutnya diserahkan kepada Mbah Lurah (Kades Sukohario) untuk ditancapkan di tanah Aktivitas ini diikuti oleh warga lain yang juga turut menancapkan bongkok di seluruh pematang sawah.
Selanjutnya, sebuah seni pertunjukan Kiblat Papat Limo Pancer dan tari orang-orangan sawah tersaji.
Ya, inilah gambaran pertunjukan karya dari Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam rangkaian ritual Thetek Melek.
Baca juga: Pacitan Terapkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Dimulai Serentak 19 Desember 2025
Diketahui bahwa ritual Thetek Melek sendiri adalah praktik adat yang berfungsi menjaga harmoni antara manusia dan alam agraris.
Sebuah ruang simbolik yang menyimpan potensi kreatif dan sosial.
Makna Ritual
Diketahui juga Thetek Melek merupakan tradisi turun menurun di Pacitan untuk mengusir pagebluk. Sejatinya, tradisi Thetek Melek turun menurun.
Dan kembali digelar 2022 lalu setelah diporak-porandakan covid 19. Hingga digelar kembali terus menerus
Dari ritual Thetek melek ini diharapkar akan tumbuh nilai-nilai kosmologis dan praktik komuna yang melekat pada ritual tersebut melalui pendekatan seni partisipatif.
"Mudah-mudahan semua yang kita lakukan ini bisa memberi manfaat kepada kita semua dan apa yang kita tanam akan berkah," ungkap Mas Aji—sapaan akrab—Bupati Pacitan, Minggu (21/12/2025).
Mas Aji mengatakan bahwa ritual ini bukan sekadar seremonial. Namun juga wujud doa dan ikhtiar bersama. Tujuannya, alam senantiasa bersahabat dengan petani.
Thetek Melek
tradisi
Bupati Pacitan
Indrata Nur Bayuaji
Berita Pacitan hari ini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Blokade Selat Hormuz Bikin Pasokan Avtur Seret, Penerbangan Dunia Terancam Terganggu |
|
|---|
| 4 Prajurit dalam Kasus Andrie Yunus Sebut Motifnya Dendam Pribadi Setelah Diproses Hukum oleh TNI |
|
|---|
| DPRD Soroti Kasus ASN Blora, 2 Kepala Puskesmas Selingkuh Masih Aktif Sementara Guru Genit Dicopot |
|
|---|
| AC Milan Putar Otak Pertahankan Allegri usai Diisukan Bakal Jadi Pelatih Timnas Italia |
|
|---|
| Istri Kasubag Gadai SK Anggota Satpol PP Bentak Korban saat Ditagih Utang Suami |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/tradisi-thetek-melek-di-pacitan.jpg)