Thetek Melek, Tradisi Turun-Temurun di Pacitan Jaga Harmoni dengan Alam serta Mengusir Pagebluk

Ritual adat Thetek Melek yang digelar setahun sekali ini mempertemukan warga, seniman, dan pemimpin daerah dalam satu prosesi sakral

Prokopim Pemkab Pacitan
THETEK MELEK - Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat memimpin ritual thetek melek di hamparan sawah di Desa Sukoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jatim, Minggu (21/12/2025). Ritual adat Thetek Melek yang digelar setahun sekali ini mempertemukan warga, seniman, dan pemimpin daerah dalam satu prosesi sakral.  

Ringkasan Berita:
  • Ritual adat Thetek Melek digelar di sawah Desa Sukoharjo, Pacitan, sebagai doa dan ekspresi seni.
  • Tradisi turun-temurun ini diyakini menjaga harmoni manusia dan alam serta mengusir pagebluk.
  • Gelaran tahun ini dilengkapi festival budaya, jagong tani, melukis seribu bongkok, dan pasar UMKM.

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PACITAN -  Hamparan sawah Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jatim kembali menjadi ruang doa dan ekspresi seni. 

Ritual adat Thetek Melek yang digelar setahun sekali ini mempertemukan warga, seniman, dan pemimpin daerah dalam satu prosesi sakral. 

Sambil membawa opyak-opyakan hama rombongan warga tersebut menaruh tumpeng. 

Diiringi tetabuhan unik muncul serombongan warga lain dipimpin Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji melewati pematang sawah sambil membawa bongkok (pelepah Kelapa) bolong.

Baca juga: Hari Ibu 2025, Bupati Pacitan Indrata Tegaskan Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Prosesi Sakral

Bongkok bolong tersebut selanjutnya diserahkan kepada Mbah Lurah (Kades Sukohario) untuk ditancapkan di tanah Aktivitas ini diikuti oleh warga lain yang juga turut menancapkan bongkok di seluruh pematang sawah. 

Selanjutnya, sebuah seni pertunjukan Kiblat Papat Limo Pancer dan tari orang-orangan sawah tersaji. 

Ya, inilah gambaran pertunjukan karya dari Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam rangkaian ritual Thetek Melek.

Baca juga: Pacitan Terapkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Dimulai Serentak 19 Desember 2025

Diketahui bahwa ritual Thetek Melek sendiri adalah praktik adat yang berfungsi menjaga harmoni antara manusia dan alam agraris. 

Sebuah ruang simbolik yang menyimpan potensi kreatif dan sosial. 

Makna Ritual

Diketahui juga Thetek Melek merupakan tradisi turun menurun di Pacitan untuk mengusir pagebluk. Sejatinya, tradisi Thetek Melek turun menurun.

Dan kembali digelar 2022 lalu setelah diporak-porandakan covid 19. Hingga digelar kembali terus menerus 

Dari ritual Thetek melek ini diharapkar akan tumbuh nilai-nilai kosmologis dan praktik komuna yang melekat pada ritual tersebut melalui pendekatan seni partisipatif.

"Mudah-mudahan semua yang kita lakukan ini bisa memberi manfaat kepada kita semua dan apa yang kita tanam akan berkah," ungkap Mas Aji—sapaan akrab—Bupati Pacitan, Minggu (21/12/2025).

Mas Aji mengatakan bahwa ritual ini bukan sekadar seremonial. Namun juga wujud doa dan ikhtiar bersama. Tujuannya, alam senantiasa bersahabat dengan petani.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved