Pro Kontra Pilkada Lewat DPRD, Golkar Tanggapi Santai Penolakan Parpol Lain

Sebagai parpol yang mendukung wacana ini, Golkar tak mempersoalkan penolakan yang digulirkan oleh partai lain

Tayang:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Yusron Naufal Putra
BERI PENJELASAN - Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi saat ditemui di Kantor Golkar Jawa Timur, Jumat (2/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Golkar mendukung wacana Pilkada lewat DPRD, hasil Rapimnas sudah memutuskan sikap resmi.
  • PDIP menolak, menilai perlu kajian mendalam agar demokrasi tidak mundur.
  • PKB mendukung penuh, menilai Pilkada langsung berbiaya tinggi dan tidak produktif.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Partai Golkar tanggapi santai pro kontra tentang wacana pemilihan kepala daerah di DPRD ditanggapi santai oleh DPRD

Sebagai parpol yang mendukung wacana ini, Golkar tak mempersoalkan penolakan yang digulirkan oleh partai lain. 

Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi mengatakan, hingga saat ini isu yang bergulir terkait Pilkada lewat parlemen masih merupakan wacana.

“Tapi sikap Golkar sudah bisa baca di publik,” kata Ali Mufthi di Kantor Golkar Jatim, Jumat (2/12/2026). 

Pada awal Desember 2025 lalu Partai Golkar secara terang-terangan menyatakan opsi atau wacana kepala daerah dipilih DPRD. Usulan itu disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat saat HUT ke-61 Golkar, di Istora Senayan, Jakarta. 

Baca juga: Bahlil Sebut Golkar Usulkan Pilkada Lewat DPRD dan Pembentukan Koalisi Permanen Dukung Prabowo

Sikap Partai Politik

Lalu, Hasil rapat pimpinan nasional Golkar pada Desember 2025 lalu yang membuahkan 10 rekomendasi, salah satunya juga terkait pilkada lewat DPRD. Ali Mufthi mengatakan, melalui wacana ini, Partai Golkar ingin mencari solusi terbaik. 

“Kita harapan itu yang terbaik buat Indonesia,” ujar Ali Mufthi yang merupakan anggota DPR RI ini. 

Untuk menyampaikan gagasan besar ini, Ali Mufthi mengungkapkan bahwa di internal Golkar saat ini tengah melakukan konsolidasi untuk menyamakan persepsi tentang wacana Pilkada lewat DPRD. 

Baca juga: Musda Partai Golkar Jatim Hampir Rampung, 6 Daerah Ditargetkan Tuntas Awal Tahun 2026

Sementara untuk silaturahmi ke sejumlah parpol terkait wacana tersebut, Ali Mufthi mengaku masih menunggu arahan dari pengurus pusat. Meskipun, sejumlah parpol termasuk di tingkat Jawa Timur sudah ada yang menyetujui wacana ini. 

Namun, Ali Mufthi menegaskan bahwa dukungan Partai Golkar terhadap wacana ini sudah diputuskan dalam forum resmi sebelumnya. “Kalau Golkar kan sudah pada posisi mengambil keputusan dalam Rapimnas tentang Pilkada lewat DPRD,” ucapnya. 

Latar Belakang

Wacana kepala daerah dipilih oleh DPRD terus bergulir dan menimbulkan pro kontra di kalangan partai politik termasuk di tingkat Jawa Timur.

Belum lama ini, beberapa parpol sudah menyampaikan tanggapan tentang wacana tersebut. 

Misalnya PDIP yang meminta agar kajian dilakukan mendalam. Sementara itu PKB sebelumnya mendukung wacana ini. 

Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah saat dikonfirmasi di Surabaya beberapa waktu lalu meminta agar wacana tersebut dipikirkan secara mendalam. Sebab PDIP tak ingin wacana kepala daerah dipilih parlemen ini justru membuat iklim demokrasi menjadi mundur.

“Hati-hati. Kita sudah maju, tiba-tiba ditarik mundur lagi ke belakang,” kata Said, Selasa (23/12/2025). 

Jika dilihat dalam sejarah demokrasi di tanah air, kepala daerah memang pernah dipilih oleh DPRD. Pilkada secara langsung baru digelar mulai 2005. Said mengatakan, wacana kepala daerah dipilih oleh DPRD yang saat ini terus bergulir harus dipikirkan secara komprehensif. 

“Sesungguhnya kita mau maju demokrasi kita, apa kita akan balik ke demokrasi prosedural atau demokrasi yang substantif?,” ucap politisi senior PDIP. 

Said yang juga Ketua Banggar DPR RI ini menegaskan kajian mendalam perlu terus dilakukan termasuk mengenai apakah biaya politik bisa berkurang dengan mengembalikan pemilihan kepala daerah kepada DPRD. Said pun sangsi mengenai hal ini. 

“Saya minta hati-hati kaji secara mendalam plus minusnya. Jangan ada istilah bahwa kalau demokrasi yang sudah kita jalankan dalam pilkada langsung itu high cost. Apakah lewat DPRD juga tidak high cost, pertanyaannya. Jangan-jangan lewat DPRD sama saja,” ujarnya. 

Ketimbang memperdebatkan biaya politik semacam ini, Said lebih berharap agar seluruh parpol melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menghindari praktik politik uang. 

“Melakukan edukasi terhadap para pemilih, terhadap masyarakat bahwa politik uang itu ternyata buruk bagi kehidupan kita semua,” ujarnya. 

Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebelumnya terang-terangan mendukung wacana kepala daerah dipilih oleh DPRD. Evaluasi terhadap sistem Pilkada dinilai penting dilakukan diantaranya lantaran biaya politik Pilkada langsung yang semakin tinggi. 

Dukungan terhadap wacana ini sebelumnya disampaikan disela pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Jatim yang berlangsung di Surabaya, Jumat (19/12/2025). Secara terang-terangan, Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar menyatakan dukungan. 

Mulanya, Gus Halim mengatakan bahwa Muswil menjadi momentum untuk konsolidasi sekaligus menetapkan target Pemilu mendatang. PKB sebagai partai pemenang di DPRD Jatim hasil Pemilu 2024, menargetkan bisa sukses kembali termasuk bisa memenangkan pemilihan gubernur Jatim.

“Para ketua partai di Jawa Timur hampir sepakat untuk Gubernur dipilih oleh DPRD,” ujar Gus Halim yang sejurus kemudian disambut riuh tepuk tangan kader PKB baik DPW maupun DPC hingga pengurus DPP yang hadir di lokasi.

Sembari berseloroh, Gus Halim mengatakan mayoritas pimpinan parpol mengeluh sulitnya faktor komunikasi dengan gubernur. “Oleh karena itu, kami mendukung usulan agar Gubernur dipilih oleh DPRD,” ungkap Gus Halim. 

Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga menyatakan dukungan terhadap wacana gubernur dipilih oleh DPRD. Cak Imin mengaku sudah pernah menyampaikan usulan ini kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Dengan Pilkada langsung, Cak Imin menilai biaya politik menjadi semakin tinggi. “Itu baru omong-omong, soal terbukti tidaknya tergantung revisi paket undang-undang politik,” ungkap Cak Imin. 

Menurut Cak Imin, hampir semua parpol menyadari Pilkada langsung tidak produktif. “Itu perlu kita evaluasi,” ungkap Cak Imin yang juga Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM). 

—-

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved