Harga Kedelai di Pasar Legi Ponorogo Naik, Produsen Tempe Tetap Bertahan

Kenaikan kedelai tercatat mulai menjelang awal tahun 2026 namun hingga kini tak kunjung normal

Tayang:
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
KEDELAI - Triani penjual kedelai di lapak polowijo di lantai 2 Pasar Legi Ponorogo, Jatim saat melayani pembeli di lapaknya, Senin (26/1/2026). Harga kedelai impor maupun lokal di Pasar Legi Kabupaten Ponorogo, Jatim mengalami kenaikan.  
Ringkasan Berita:
  • Harga kedelai lokal Rp12.000/kg eceran, impor Rp11.000/kg eceran di Pasar Legi Ponorogo.
  • Kenaikan harga berlangsung sejak akhir Desember 2025 dan belum stabil hingga akhir Januari 2026.
  • Produsen tempe tetap membeli kedelai, namun menyesuaikan strategi penjualan agar usaha tetap berjalan.

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Awal tahun 2026, harga kedelai impor maupun lokal di Pasar Legi Kabupaten Ponorogo, Jatim mengalami kenaikan.

Kenaikan kedelai tercatat mulai menjelang awal tahun 2026. Namun, sudah berlalu satu bulan berlalu harga kedelai tak kunjung normal.

Data tercatat dari penjual kedelai di Pasar Legi Ponorogo bahwa kedelai lokal dikisaran Rp 12 ribu per kilogram jika dibeli secara ecer.

Jika satu karung seberat 50 kilogram, Rp 550.000 atau Rp 11.000 per kilogram.

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Jombang Mulai Menjerit: Pilih Pangkas Laba demi Pelanggan

Kondisi Pasar

Sementara untuk kedelai import, pedagang menyebutnya ada kenaikan namun tak signifikan.

Untuk ecer, kedelai import diangka Rp 11 ribu per kilogram. Sedangkan satu karung seberat 50 kilogram, Rp 500.000 atau Rp 10.000 per kilogram.

“sejak sekitar sebulan terakhir atau menjelang pergantian tahun,” ungkap Triani, penjual kedelai di lantai 2 Pasar Legi Ponorogo, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Sanan Malang Khawatir Tembus Rp15 Ribu per Kilo

Dia menjelaskan bahwa kenaikan jelang tahun 2026. Dan menurutnya dari pengalamannya kenaikan harga kedelai jelang awal tahun adalah hal yang lumrah.

“Tapi kalau dulu itu harga akan kembali stabil setelah pekan kedua. Tapi untuk tahun 2026 ini sampai akhir Januari 2026 belum ada tanda-tanda turun dan stabil,” tegasnya.

Dampak ke Konsumen

Walaupun ada kenaikan, warga Jalan Sumatera, Kelurahan Banyudono, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim mengaku tidak berpengaruh terhadap pembelian.

“Ya kan bukan bahan pokok seperti beras. Kalau beras naik ya pasti ada ngaruh. Kalau kedelai yang cari paling produsen tempe atau tahu atau penjual capar,” urainya.

Jemini, produsen tempe asal Kecamatan Sambit, menyatakan tetap membeli kedelai walaupun harganya merangkak naik. Lantaran memang kebutuhan untuk dirinya.

“Ya tetap beli mbak, mau bagaimana lagi. Mungkin ngakalinya biasanya yang beli tempe 10 saya bonusi 2, ini tidak ada,” pungkas Jemini ditemui di Pasar Legi Ponorogo.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved