Baznas Jatim Targetkan Penerimaan Zakat 2026 Capai Rp 52 Miliar

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur menargetkan bisa mengumpulkan setidaknya Rp 52 Miliar dari penerimaan zakat pada tahun ini

Tayang:
TribunJatim.com/Yusron Naufal Putra
BAZNAS JATIM - Ketua Baznas Jatim, Prof KH Ali Maschan Moesa saat dikonfirmasi di sela pelaksanaan rapat koordinasi yang berlangsung di Hotel Swiss Belinn Juanda Sidoarjo, Senin (3/2/2025). Dalam kesempatan ini, Baznas mengungkapkan program makan bergizi gratis (MBG) dipastikan tidak akan menggunakan dana zakat.  

 

Ringkasan Berita:
  • Baznas Jatim menargetkan penerimaan zakat sebesar Rp 52 miliar pada tahun 2026, meningkat dari Rp 47 miliar yang tercatat pada tahun 2025.
  • Ketua Baznas Jatim, KH Ali Maschan Moesa, optimis target ini tercapai berkat pencapaian tahun sebelumnya yang melampaui target meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya baik.
  • Sumber zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah lancar, namun Baznas Jatim akan lebih mengoptimalkan zakat dari kalangan pengusaha.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur menargetkan bisa mengumpulkan setidaknya Rp 52 Miliar dari penerimaan zakat pada tahun ini. Target ini terbilang meningkat dari tahun 2025 yang mencatat penerimaan zakat sekitar Rp 47 miliar. 

Ketua Baznas Jatim KH Ali Maschan Moesa mengungkapkan optimisme di tahun 2026 ini. Sebab berkaca dari tahun sebelumnya.

"Kita tahun 2026 ini mudah-mudahan sekitar Rp 52 M lah, mudah-mudahan," kata Kiai Ali Maschan Moesa ketika di konfirmasi dari Surabaya. 

Pencapaian di tahun 2025 lalu itu disyukuri lantaran kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya baik. Namun, realisasi Rp 47 miliar itu melampaui dari target yang sebelumnya dicanangkan. Lantaran pencapaian tersebut, target di tahun 2026 diupayakan untuk meningkat dengan berbagai upaya. 

Baca juga: Diprediksi Bakal Meningkat, Baznas Jatim Optimistis Bisa Kumpulkan Zakat Rp 6 M di Ramadan 2025

Ada berbagai sumber yang akan dioptimalkan ke depan. Selama ini, zakat yang bersumber dari Aparatur Sipil Negara atau ASN dinilai sudah relatif lancar tinggal bagaimana optimalisasi ke depan. Diluar itu, sumber lain yang akan dioptimalkan adalah zakat dari kalangan pengusaha. 

Baznas Jatim menegaskan ini menjadi potensi yang akan terus digalakkan dalam menghimpun zakat. Selain itu, juga akan mengoptimalkan UPZ atau Unit Pengumpul Zakat lainnya. "Beberapa masjid sekarang banyak menjadi UPZ kita. Masjid, sekolahan, kampus-kampus sudah mulai," jelasnya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved